Magnetik Aerogel, Alat Penyerap Minyak di Laut Karya Mahasiswa Universitas Jember

Magnetik Aerogel, Alat Penyerap Minyak di Laut Karya Mahasiswa Universitas Jember

  • Bagikan
Tim “Ijo” PKM-RE Universitas Jember./tugu jatim
Tim “Ijo” PKM-RE Universitas Jember. (Foto: Dokumen/Sofiatul Hasanah)

JEMBER, Tugujatim.idMahasiswa Universitas Jember (Unej) teliti magnetik aerogel untuk mengatasi banyaknya tumpahan minyak (oil spill) di laut. Alat ini dapat menyerap minyak sehingga mengurangi jumlah minyak di laut yang berbahaya bagi ekosistem.

“Aerogel adalah padatan berpori yang terbentuk akibat pergantian liquid dengan gas pad gel yang umumnya berukuran nano. Manfaatnya untuk menyerap tumpahan minyak di air laut,” jelas Sofiatul Hasanah salah satu tim dalam wawancaranya pada Senin (20/09/2021).

Sofiatul melanjutkan bahwa penelitiannya ini didasari oleh banyaknya tumpahan minyak ke laut dalam setiap tahunnya yang belum menemukan solusi yang tepat. Padahal diketahui bahwa minyak di laut tersebut dapa merusak sel organisme yang bisa mengakibatkan kematian.

“Pencemaran perairan laut ini dapat terjadi biasanya karena ada perbaikan kapal atau kecelakaan dari pipa-pipa yang beroperasi di perairan sehingga menyebabkan minyak tercampur ke air laut,” kata dia.

Hari ini, imbuh Sofiatul, di Indonesia dan dunia cukup masif terjadinya pencemaran laut. Menurut data National Center of Biotechnology Information (NCBI), setiap 1 liter air ballast mengandung 0,015 mililiter minyak dan dalam sebuah kapal terdapat 10 juta liter air ballast. Secara perhitungan, setiap kapal membawa 150 liter minyak yang berpotensi untuk mencemari laut.

Untuk mengatasi bencana tumpahan minyak tersebut, para ahli banyak mengembangkan biosorben yang dinilai ramah lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem laut.

“Salah satu metode yang sedang dikembangkan yaitu nanokomposit antara magnetit (Fe3O4) dengan polimer alam (selulosa),” kata mahasiswa jurusan kimia tersebut.

Nah, persoalan itulah yang membuat Sofiatul dan dua orang temannya yaitu Siska Nuri Fadilah (Mahasiswa Teknik Kimia UNEJ) dan I Made Arimbawa (Mahasiswa Teknik Kimia UNEJ) melakukan penelitian. Mereka membentuk tim “Ijo” yang sekaligus lolos PKM-RE (Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta).

Dalam kesempatan tersebut Sofiatul juga menjelaskan mengenai tahapan dan proses pembuatan aerogelnya. Pembuatannya dilakukan dengan bahan tumbuhan rami di mana dia memperoleh tumbuhannya dari BALITTAS Malang.

Bahan baku tersebut kemudian delignifikasi  dan diuji kadar air. Tahap selanjutnya sintesis, koagulasi, dan pengeringan beku yang dilakukan dengan frezee drying dan terakhir coating menggunakan water repellent.

Berkat upayanya itu, tim ini berhasil lolos pendanaan PKM 2021 dalam bidang Riset Eksakta dan memperoleh pendanaan maksimal melalui judul proposal Karakteristik Fe3O4/CL Aerogel dari  Batang Rami (Boehmeria nivea) sebagai Superabsorben Campuran Minyak-Air Laut.

Tim “Ijo” PKM-RE dibimbing oleh Dr. M. Maktum Muharja Al Fajri, S.T. yang merupakan dosen Prodi Teknik Kimia Universitas Jember.

  • Bagikan