• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
15 mahasiswa keperawatan Unair yang mengusulkan ide untuk membuat desa ramah penyandang gangguan jiwa di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dokumen/Unair)

15 mahasiswa keperawatan Unair yang mengusulkan ide untuk membuat desa ramah penyandang gangguan jiwa di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dokumen/Unair)

Mahasiswa Keperawatan Unair Usung Ide Program Desa Ramah Penyandang Gangguan Jiwa

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Besarnya peningkatan jumlah penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pada masa pandemi membuat BEM Fakultas Keperawatan (FKP) Universitas Airlangga (Unair) menawarkan solusi melalui pemberdayaan masyarakat yang filantropis.

Program itu diinisiasi terutama karena stigma di masyarakat yang muncul bahwa ODGJ timbul karena gangguan roh halus sehingga menganggap penyandang sebagai objek yang menakutkan.

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Hadir dengan gagasan terkini, Tim FKP yang terdiri dari 15 mahasiswa mematahkan stigma masyarakat terkait ODGJ dengan menciptakan desa rujukan yang ramah, sehingga mendukung penyembuhan. Desa rujukan yang ramah tersebut tepatnya di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Uswah Nurul Izzati selaku Ketua Tim menceritakan bahwa ODGJ masih memiliki hak harfiah sebagai manusia untuk dihargai serta dilindungi sehingga fungsi sosialnya dapat pulih kembali. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya dukungan dari masyarakat. Tim menyinergikan beberapa aspek yang meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

“Program utama kami yaitu Sekolah Jiwa dan Pembentukan Kader Kesehatan Jiwa. Kami mengedukasi masyarakat agar memahami penyebab, pencegahan, penanganan, hingga mengajarkan cara bersikap yang baik saat berhadapan dengan ODGJ. Tentunya dengan metode yang berbeda menyesuaikan usia sasaran,” jelas Izzati dalam keterangan resmi yang diterima Tugu Jatim, Selasa (27/07/2021).

Pada gagasan kesehatan, Izzati dan tim merancang Medical Check Up. “Kegiatan medical check bisa dimanfaatkan masyarakat yang hendak berkonsultasi baik kesehatan secara umum maupun masalah kejiwaan yang dialaminya. Kami turut menggandeng yayasan disabilitas psikososial yang ada di desa tersebut,” ujar Izzati.

Ada pula pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan langsung bersama penyandang untuk memperluas sektor usaha yaitu pembuatan lilin. Sementara dalam proses menjangkau aspek lingkungan, tim mengusung Program Bersih Desa.

“Programnya itu menanam beberapa bibit tanaman seperti mint, lavender, dan tulsi. Menariknya berkhasiat menurunkan stres dan sebagai penenang,” terang mahasiswa keperawatan itu.

Semua gagasan di atas mendapatkan dana hibah dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), sebuah program sociopreneur yang diprakarsai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Berfokus pada bidang sosial masyarakat untuk organisasi mahasiswa. Tim BEM FKP Unair berhasil lolos setelah melewati perjalanan panjang proses seleksi nasional. Ke depannya, Izzati bersama tim berharap dapat menjaga keberlanjutan program dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga dengan terselenggaranya program ini bisa berdampak. Tidak ada lagi stigma terhadap mereka (ODGJ, ded), Jadi ya, masyarakat bisa memanusiakan tanpa menyingkirkan” tuturnya.

Tags: UnairUniversitas Airlangga
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Next Post
1.500 Pendekar PSHT di Tuban Ikuti Vaksinasi Massal

1.500 Pendekar PSHT di Tuban Ikuti Vaksinasi Massal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID