Makam Mbah Hamid Pasuruan Jadi Wisata Religi Favorit bagi Peziarah Seluruh Indonesia

Makam Mbah Hamid Pasuruan Jadi Wisata Religi Favorit bagi Peziarah Seluruh Indonesia

  • Bagikan
Suasana khidmat para peziarah berdoa di depan makam KH Abduk Hamid. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, Tugujatim.id – Kompleks makam KH Abdul Hamid (Mbah Hamid) menjadi ikon wisata religi di Kota Pasuruan. Tempat ini sekaligus menjadi lokasi favorit bagi para peziarah dari seluruh penjuru Indonesia. Memang, selain dekat dengan alun-alun Kota Pasuruan, juga sosok Mbah Hamid sebagai ulama besar dan kharismatik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Wajar, jika hingga hari ini kompleks makam Mbah Hamid yang berada di belakang Masjid Agung Al Anwar itu tidak pernah sepi dari para peziarah terutama di malam-malam jumat. Bahkan menjelang bahkan Ramadan kemarin, kunjungan peziarah ke makam waliyullah ini semakin ramai. Sebagian besar umat muslim Indonesia memiliki tradisi nyekar terutama pada kiai-kiai besar.

Menurut petugas keamanan, Ansori, dalam seminggu menjelang bulan puasa, sudah ada sekitar 10 ribu lebih peziarah yang mengunjungi makam MbahHamid. Dan itu akan terus berlanjut hingga di bulan puasa.

Petilasan makam KH Abdul Hamid berhias pagar besi berwarna emas. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

“Kalau malam-malam akhir mau Ramadan orang ziarah pada tumpek-blek. Selain dari Pasuruan sendiri, ada yang dari Banjarmasin, Sulawesi, Jakarta, Jember, Lumajang, Situbondo, dsb,” ujar Ansori.

Selain bisa berziarah ke makam Mbah Hamid, para pengunjung biasanya juga berdoa di depan 25 makam keluarga ulama dalam satu komplek tersebut. Di antaranya yang terkenal adalah makam Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf serta makam bupati pertama Pasuruan, Kanjeng Adipati Nitidiningrat.

Selain mengirimkan doa untuk para ulama, tujuan lain para peziarah yang datang untuk mengharapkan berkah. Termasuk berkah dalam urusan rezeki hingga berkah kesehatan dan kebermanfaatan hidup.

Seperti yang dilakukan oleh Rozi, salah satu peziarah ini jauh-jauh datang dari Probolinggo. Dia berharap agar diberikan berkah kelancaran rezeki selama bulan Ramadan.

Peziah makam KH Abdul Hamid berdoa agar mendapat berkah dari Allah SWT. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

“Tujuannya ya ingin mengharapkan berkah, ya namanya orang biasa gandolannya (pegangannya) sama wali Allah,” ucap Rozi.

Menurutnya, setelah berziarah, ada ketenangan dan kebahagiaan batin yang dirasakan. Tidak hanya sendiri, Rozi membawa serta rombongan tetangga satu kampungnya untuk berziarah bersama.

“Tadi bareng-bareng se-kampung naik minibus,” imbuhnya.

Tempat ziarah di kompleks makam KH Abdul Hamid juga dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Untuk peziarah laki-laki bisa duduk di depan makam Mbah Hamid hingga ke teras sebelah timur. Sementara untuk peziarah perempuan menempati area barat makam hingga di dekat pintu keluar.

Para peziarah tidak dikenakan tarif biaya sepeserpun untuk bisa mengunjungi kompleks makam Mbah Hamid. Pihak takmir hanya menyediakan kotak-kotak amal bagi pengunjung yang ingin menyisihkan uangnya.

Komplek makam KH Abdul Hamid tidak pernah sepi dari ziarah. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

Berkah Ekonomi bagi Masyarakat Sekitar

Keberadaan kompleks makam Mbah Hamid sebagai andalan wisata religi di Kota Pasuruan juga membawa berkah tersendiri bagi masyakat sekitarnya. Pasalnya, setelah berziarah ke makam, para wisatawan biasanya akan mencari oleh-oleh yang dijajakan warga di sekitar gang samping Masjid Jami Al Anwar.

Beragam pernak-pernik bernuansa Islami bisa jadi kenang-kenangan, mulai dari songkok atau kopyah, kerudung, sarung, sajadah, tasbih, hingga foto dan gambar para tokoh ulama.

Menurut pedagang bernama Slamet, dirinya meraup untung besar dari peziarah ketika bulan Ramadan. Bahkan selama seminggu ini saja, pendapatannya sudah naik dua kali lipat.

Penjual souvenir oleh-oleh bernuansa islami di pinggir gang menuju makam KH Abdul hamid. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

“Sampai Kamis malam Jumat kemarin kan pas rame-ramenya. Alhamdulillah dapat untung banyak sampe 2 kali lipat,” ujar Slamet.

Meskipun baru berjualan selama 3 tahun, Slamet sudah merasakan banyak berkah dan rezeki berjualan di dekat makam Kiai Hamid.

“Pastinya rezeki saya berkahnya dari peziarah makam Mbah Hamid ini ya tiap hari ada saja yang ziarah. Pas malam Jumat sama liburan malah tambah rame,” imbuhnya.

Selain mencari oleh-oleh, para peziarah juga meluangkan waktu untuk berjalan menikmati suasana keindahan Alun-Alun Kota Pasuruan.

Beragam sajian kuliner, permainan anak, hingga pusat perbelanjaan tersedia di sekitar Alun-Alun. Puluhan pengayuh becak wisata pun berjejer di depan Masjid Jami Al Anwar dan siap mengantarkan wisatawan yang ingin berkeliling.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan