Solar Langka, Nelayan di Pasuruan Merana

Solar Langka, Nelayan di Pasuruan Merana

  • Bagikan
Ilustrasi mata pencaharian nelayan di Pasuruan ikut terdampak kelangkaan solar. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN, TugujatimKelangkaan solar masih terjadi di wilayah Pasuruan hingga kini. Persoalan solar ini berdampak pada keberlangsungan mata pencaharian para nelayan di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Pasalnya, solar menjadi bahan bakar utama agar mesin kapal-kapal mereka tetap hidup sehingga bisa melaut. Kelangkaan solar membuat sejumlah nelayan di Pasuruan tidak bisa mencari ikan. Merekapun merana.

Menurut seorang nelayan, Udin, kelangkaan solar sudah dirasakan sejak satu minggu terakhir. Demi tetap bisa melaut, dirinya harus beradu cepat dengan nelayan dan para supir truk lain untuk bisa antri solar di SPBU. Jika telat, maka nelayan asal desa Kalirejo, Kecamatan Kraton ini terpaksa harus tetap bersandar di dermaga.

“Sulit banget cari solar. Dibatasi jam juga kalau mau beli solar. Kalau kelewat jamnya atau antrinya kelamaan ya nggak dikasih,” ujar Udin saat dikonfirmasi, Minggu (03/04/2022).

Selain dibatasi waktu, di sejumlah SPBU juga melakukan pembatasan jumlah pembelian solar bagi para nelayan.
Pembatasan ini memberatkan para nelayan karena mereka butuh BBM solar dalam jumlah banyak tiap bulannya.
Menurut nelayan Khoirul, para nelayan juga diharuskan membawa syarat berkas-berkas tertentu agar bisa dapat solar.

“Kita kan belinya banyak pakai jirigen dan drum, jadi harus bawa surat keterangan dari kelurahan,” tutupnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan