Salah satunya dilakukan Jono, seekor kakatua jambul kuning yang mengawali upacara dengan membuat tulisan INDONESIA 76. Lalu, dia mengerek tali bendera merah putih ke tiang tertinggi dengan paruhnya.
Selain itu, para burung ini juga membentangkan bendera merah putih sepanjang setengah meter dari sisi ke sisi. Aksi para unggas ini tampak lucu dan menggemaskan. Dan tentunya bikin heran.
Menurut Operational Manager Eco Green Park, Deny Rina Sari, ini sebagai bentuk partisipasi mereka dalam memperingati HUT RI, dengan diwakili satwa pintar binaan mereka.
”Satwa ini adalah hasil breeding kami di Eco Green Park. Usianya mulai 7-9 tahun. Persiapannya sudah kami lakukan sejak seminggu lalu,” kata dia dikonfirmasi, Senin (17/8/2021).
4. Krisdayanti Dorong Agar Pemda Terbuka Soal Data Covid-19

Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti mengunjungi pelaksanaan vaksinasi di Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (20/8/2021). Kehadiran Krisdayanti di kota kelahirannya itu dalam rangka memastikan penyaluran vaksinasi betul-betul merata di daerah.
Tugas itu pun menjadi bagian dari Komisi IX DPR RI, terlebih angka kasus di Malang Raya cukup tinggi, termasuk di Kota Batu.
Dari hasil assesmentnya, dilihat dari positivity rate, Kota Batu menurutnya masih belum aman. Adik dari Yuni Shara ini berharap agar pemerintah daerah tidak menutup-nutupi data, terutama data kematian.
“Ya sebetulnya tidak ada alasan untuk menutup-nutupi. Makanya kita terus upayakan agar vaksinasi ini segera dipercepar sehingga dapat membentengi warga dari penularan,” kata dia.
Selanjutnya, Krisdayanti mengajak agar seluruh elemen masyarakat bergotong-royong dalam menangani dampak pandemi Covid-19. Meski memang kawasan Malang Raya yang merupakan dapilnya dia klaim aman.
”Saya kira aman-aman saja tapi kok ternyata dari pusat mengatakan laju kasusnya masih tinggi. PR nya sekarang ya itu, vaksinasi dipercepat dan segera didapatkan semua masyarakat,” harapnya.
5. Kasus Fetish Mukena Berkedok Online Shop

Mencuatnya kasus fetish mukena di Kota Malang bermula dari sebuah utas di Twitter oleh @jeehantz yang mengungkap tabir terselubung modus yang dilancarkan pelaku. Apa yang terjadi seperti diceritakan di utas itu juga dialami korban lain, yakni AZ, 22, ikut buka suara.
AZ menceritakan, sekitar Maret 2020, akun online shop bernama Riya terus mengomentari instastory pribadinya. Dia memuji-muji sampai menawarinya jadi model foto katalog online shop. AZ pun sepakat dengan rate card yang diberikan dan menjalani sesi pemotretan sesuai jadwal. Hanya saja, waktu hari H, si perempuan pemilik akun bernama Riya ini tidak datang.
”Yang datang hanya fotografer ini (Dimas, red). Saya tanya, katanya Riya gak bisa datang karena hamil dan ikut dinas suami ke luar kota. Ya udah gak ada yang aneh pas itu karena ya suasana yang dibangun terkesan profesional,” tuturnya.
Selang tahun berlalu, AZ kembali ditawari jadi model untuk sesi katalog pada 2021. Namun, dia menolak karena rate card yang diberikan terlalu murah. Waktu kali pertama jadi model juga sudah merasa aneh karena properti mukena kondisinya lusuh dan tak rapi.
Pemilik akun tetap ngeyel dan menawari project lain dengan menjadi MUA-nya. AZ pun sepakat, bahkan telah mendandani 4-5 model perempuan untuk katalog online shop yang sama. AZ mengakui selama keterlibatan menjadi MUA, dia tidak pernah menjumpai perempuan bernama Riya, bahkan hingga Juni 2021.








