MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sebagian dari ribuan massa konvoi berbaju serba hitam yang melintasi jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, diduga melakukan perusakan sejumlah rumah warga, Kamis (09/03/2023). Aksi tersebut ditengarai terjadi setelah sebelumnya ribuan massa menggeruduk Markas Komando Polres Mojokerto Kota.
Sumber internal Tugu Jatim yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sekitar pukul 23.00, rumah warga yang berada di Jalan Brawijaya terkena amukan sebagian massa konvoi. Benda-benda seperti bak sampah, pot bunga, hingga batu dilemparkan ke rumah warga secara acak hingga membuat mereka ketakutan.
“Kejadian terjadi sekitar pukul 11 malam. Mereka tiba-tiba masuk kampung terus lempar-lempar batu. Bak sampah juga dilempar,” katanya pada Jumat (10/03/2023).
Selain itu, salah satu tetangga sumber internal Tugu Jatim, SM, warga Sinoman, Kranggan, Kota Mojokerto, juga membenarkan adanya aksi yang serupa. Sasaran massa konvoi itu beragam, mulai CCTV kampung, lampu jalan, bahkan ada yang naik ke atap rumah warga. Tak pelak aksi massa itu membikin ketakutan sejumlah warga yang tengah beristirahat itu.
“Jujur kami ketakutan. Ada beberapa orang nekat naik ke atap rumah warga. Mecahin kaca rumah warga. Terus CCTV kampung ikut dirusak, lampu jalan kampung juga dirusak,” imbuh SM.

Dari informasi yang dihimpun, ribuan massa berbaju serba hitam itu tidak hanya datang dari Mojokerto. Massa juga datang dari berbagai daerah seperti Lamongan, Jombang, dan Gresik. Mayoritas massa datang mengendarai sepeda motor tiba di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, sekitar pukul 20.00, dari arah timur atau dari arah Jalan Gajah Mada.
Sementara itu dari arah barat atau Jalan Majapahit juga datang rombongan yang sama. Berkumpulnya massa itu membuat akses Jalan Bhayangkara otomatis tutup total.
Salah satu perwakilan dari massa itu, Yanto mengatakan, kedatangan ribuan massa berbaju hitam itu bertujuan menanyakan perkembangan kasus penganiayaan yang menimpa anggotanya di empat TKP yaitu Dawarblandong, Kemlagi, Gedeg, dan Jetis.







