TUBAN, Tugujatim.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Tuban tahun ini diwarnai dua pendekatan berbeda. Di satu sisi, Polres Tuban menggelar kegiatan bertajuk “Sabuk Kamtibmas” sebagai upaya memperkuat keamanan berbasis kolaborasi.
Di sisi lain, Konsulat Cabng Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tuban bersiap turun ke jalan dengan membawa berbagai tuntutan.
Kegiatan “Sabuk Kamtibmas” yang digelar Polres Tuban melibatkan sejumlah elemen masyarakat, mulai dari perwakilan buruh, Senkom, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya. Agenda ini dikemas dalam bentuk apel kebersamaan yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.
Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
“Kunci utama dalam menjaga harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Kapolres kelahiran Aceh ini juga menekankan, tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya berada di pundak aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Alaiddin juga mengajak seluruh peserta untuk terus merawat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Oleh sebab itu, Sabuk Kamtibmas harus menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan, terukur, hingga menyentuh tingkat desa dan komunitas,” imbuhnya.
Selain sebagai bentuk kesiapsiagaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dengan berbagai komunitas. Dengan komunikasi yang terjalin baik, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat dideteksi lebih dini.
“Jika seluruh elemen bergerak bersama, maka potensi ancaman bisa kita kelola menjadi kekuatan persatuan,” tambahnya.
Berbeda dengan pendekatan kolaboratif tersebut, FSPMI Kabupaten Tuban memilih tetap berada di jalur perjuangan melalui aksi massa. Organisasi buruh ini merencanakan aksi unjuk rasa yang akan dipusatkan di Kantor Pemkab Tuban dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta.
Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji, menyampaikan bahwa aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan, baik berskala nasional maupun lokal.
“Besok kami akan turun aksi dengan membawa tuntutan utama seperti pengesahan UU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penghapusan outsourcing, dan penolakan upah murah,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pentingnya jaminan layanan kesehatan bagi pekerja. pihaknya menuntut agar jaminan pelayanan kesehatan tetap diberikan kepada peserta PPU dan tidak dibebankan sepenuhnya kepada pekerja.
Pada isu lokal, FSPMI mendorong optimalisasi fasilitas publik dan layanan dasar bagi masyarakat, termasuk rumah singgah dan sektor kesehatan.
“Kami juga mendorong layanan kesehatan gratis yang mudah diakses serta optimalisasi rumah singgah dengan fasilitas dan tenaga yang memadai,” jelasnya.
Tak hanya itu, FSPMI juga mengusulkan afirmasi kuota pendidikan bagi anak buruh serta meminta pemerintah daerah lebih tegas dalam pengawasan ketenagakerjaan.
“Harus ada perhatian khusus untuk afirmasi kuota pendidikan bagi anak buruh,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








