Tugujatim.id – Mulyono, mitra Tugu Media Group yang juga pensiunan PT Pegadaian saat ini sedang menjalani umrah plus mengunjungi Masjid Al Aqsa. Berikut catatan perjalanannya seri ke-6.
Perjalanan kami membawa langkah menuju Kota Jericho, sebuah kota syarat sejarah, Jericho dan salah satu kota tertua di dunia yang hingga kini masih berdenyut dengan kehidupan.
Kota ini terletak di Tepi Barat, Palestina, sekitar 10 Km dari Sungai Yordan dan tak jauh dari Laut Mati. Nama Jericho sendiri sering kita dengar dalam kisah-kisah suci, baik dalam Al-Qur’an maupun Kitab-kitab sebelumnya.
Jericho dalam Lintasan Sejarah
Jericho disebut-sebut sebagai kota yang telah dihuni sejak lebih dari 10.000 tahun lalu, menjadikannya salah satu peradaban paling tua yang pernah ada. Di sinilah berdiri Tell es-Sultan, bukit arkeologi yang menyimpan lapisan-lapisan kehidupan manusia dari masa lampau. Peninggalan ini menjadi bukti nyata bagaimana manusia purba mulai membangun rumah permanen dan bercocok tanam.

-
Kota dengan Keindahan Memikat
Meski dikenal sebagai kota kuno, Jericho menyuguhkan panorama yang menakjubkan. Dikelilingi oleh gurun pasir, namun di tengahnya mengalir kesuburan yang luar biasa berkat aliran air dari mata air Ein es-Sultan. Pepohonan kurma yang menjulang tinggi menjadi pemandangan khas, sehingga Jericho sering dijuluki “Kota Kurma”.
BACA JUGA: Ziarah ke Gua Ashabul Kahfi di Amman Yordania, Belajar Soal Perjuangan Iman (3)
-
Jejak Nabi dan Kisah Suci
Dalam sejarah Islam, Jericho diyakini sebagai salah satu wilayah yang disinggahi oleh Nabi Musa AS dan Bani Israil sebelum memasuki Tanah Suci. Di sekitar kota ini terdapat Bukit Nebo, tempat di mana Nabi Musa melihat Tanah yang dijanjikan. Berada di sini serasa menyelami kisah-kisah para nabi yang kita baca selama ini.
Menggali Hikmah di Tanah Bersejarah
Berkunjung ke Jericho bukan sekadar wisata, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang sarat makna. Di sini, kita belajar tentang keteguhan iman para nabi, keagungan sejarah, dan jejak peradaban manusia yang dimulai dari titik ini. Dari kota yang paling rendah di muka bumi, kita diajak merenungkan betapa tinggi nikmat dan kebesaran Allah. (bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Pengalaman Perjalanan Ditulis oleh Mulyono, Mitra Tugu Media Group, Pensiunan PT Pegadaian
Editor: Darmadi Sasongko








