SURABAYA, Tugujatim.id – Pohon Natal Masker, begitulah namanya. Sebuah pohon Natal unik yang disusun dari 1.000 masker, 500 hand sanitizer dan 300 sabun cair, merupakan ‘creative handcraft’ yang dihasilkan Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya sebagai pengingat bahwa di perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020, masyarakat tetap harus menjaga protokol kesehatan COVID-19.
“Karena masih masa pandemi, kita harus menerapkan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Pohon natal masker sebagai pengingat warga gereja dan masyarakat bahwa harus tetap menjaga prokes,” tutur Theresia Mariani sebagai Ketua Panitia.
Baca Juga: Polresta Malang Kota Selidiki Sebaran Kotak Amal yang Diduga Milik Jaringan Teroris
Saat Tugu Jatim memasuki gereja yang terletak di Jl. Residen Sudirman No.03 Surabaya tersebut, terlihat jelas dari gerbang masuk, pohon natal masker itu berdiri dengan menawan dan cantik. Warna yang kelap-kelip, aroma khas alat kesehatan dan tinggi yang semampai hingga 3,5 meter membuat jemaat gereja langsung dimanjakan keanggunannya.
“Pohon natal masker itu dibuat oleh 8 orang dari total panitia 23 orang. Mulai dari 9 Desember sampai 17 Desember. Semua masker yang diperoleh murni donasi warga Gereja Kristus Raja Surabaya. Setelah perayaan selesai, semua masker, hand sanitizer dan sabun cair akan didonasikan ke panti asuhan,” terang Theresia pada Tugu Jatim, Selasa (22/12/2020).
Saat Tugu Jatim berjalan menuju halaman, berbagai sudut Gereja Kristus Raja Surabaya sudah dilengkapi protokol kesehatan. Seperti, area parkir disediakan 6 wastafel cuci tangan, gerbang masuk dipasang 2 bilik sterilisasi dan slogan-slogan penerapan protokol kesehatan COVID-19 ditempel. Selain itu, jemaat juga telah dibatasi 200 orang.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1.000: Luffy dan Zoro Sampai di Puncak Istana Onigashima
“Pohon natal itu sebagai simbol bertahan hidup. Karena di Eropa saat musim dingin, hanya pohon cemara yang bertahan. Sama seperti pandemi COVID-19 ini, pentingnya kita agar tetap sehat dan bertahan hidup, kita pakai saran 3M, maka kita jadikan bentuk Pohon Natal Masker,” terang Rm. Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM pada Tugujatim.id, Selasa (22/12/2020).
Selesai berkeliling ke semua ruangan Gereja Kristus Raja Surabaya, jam digital di layar ponsel menunjukkan pukul 14.30 WIB. Matahari sudah agak condong ke barat, cahaya panasnya terasa berkurang di kulit, tanda menjelang sore hari.
Tugu Jatim berpamitan pulang pada jemaat, panitia, Rm. Markus dan security gereja yang sedang duduk satu meja sambil mengobrol hangat dengan beberapa wartawan media yang masih melakukan wawancara terkait ulasan pohon Natal unik tersebut. (Rangga Aji/gg)
