Tugujatim.id – Empat firma akuntansi terbesar dunia yang dikenal sebagai Big 4 adalah pemain utama di industri keuangan global. Keempat firma ini, yaitu Deloitte, PwC (PricewaterhouseCoopers), EY (Ernst & Young), dan KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler), telah lama mendominasi layanan akuntansi, perpajakan, konsultasi, penilaian, dan advisory hukum bagi berbagai perusahaan besar di dunia, termasuk sebagian besar perusahaan yang tercatat dalam S&P 500.
Melansir dari Investopedia, Big 4 bukan hanya sekadar firma akuntansi, tetapi juga lembaga yang secara aktif menafsirkan regulasi perpajakan dan standar audit.
Empat Firma Akuntansi Terbesar di Dunia
Deloitte saat ini memegang posisi sebagai firma terbesar di antara keempatnya. Pada 2023, Deloitte melaporkan pendapatan sebesar $64,9 miliar dengan jumlah karyawan lebih dari 457.000 yang tersebar di lebih dari 150 negara. Menurut Investopedia, Deloitte juga masuk dalam daftar tempat kerja terbaik keenam di dunia pada tahun yang sama.
Untuk PwC yang terbentuk dari merger antara Coopers & Lybrand dan Price Waterhouse memiliki pendapatan terbesar kedua di antara Big 4, yaitu sekitar $53,1 miliar pada 2023. PwC memperluas keahliannya dalam teknologi dengan investasi sebesar $3,7 miliar dalam bidang cloud dan kecerdasan buatan (AI).
Melansir dari TheFinanceStory.com, PwC mempekerjakan lebih dari 364.000 karyawan yang tersebar di 152 negara, termasuk di India yang memiliki banyak kantor besar di kota-kota seperti New Delhi dan Mumbai. Di India, PwC dianggap sebagai salah satu pemberi kerja terbesar bagi lulusan akuntansi dan manajemen.
Baca Juga: 15 Tips Menghemat BBM Mobil yang Sering Diabaikan, Bisa Bikin Kantong Tetap Tebal!
EY atau Ernst & Young, juga dibentuk melalui merger antara Ernst & Whinney dan Arthur Young pada 1989. Firma ini memiliki kantor di lebih dari 150 negara dan melaporkan pendapatan sebesar $49,9 miliar pada 2023.
EY baru-baru ini meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) yang memudahkan pengguna dalam menemukan ide-ide baru dan menyelesaikan riset dengan bantuan teknologi. Menurut GoCardless.com, EY menempati posisi penting dalam industri akuntansi dengan berfokus pada beragam layanan secara seimbang.
Sementara itu, KPMG adalah firma terkecil dalam Big 4, namun tetap menjadi pemain penting dengan pendapatan sekitar $36 miliar pada 2023. Dengan kantor di 143 negara, KPMG berfokus pada layanan audit, konsultasi, dan advisory. Berbasis di Belanda, KPMG memiliki lebih dari 273.000 karyawan yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Dari Big 8 ke Big 4: Transformasi Industri Akuntansi
Sebelum menjadi Big 4, industri akuntansi global dikuasai oleh delapan firma besar yang dikenal sebagai Big 8. Namun, serangkaian merger pada akhir 1980-an hingga 1990-an mengurangi jumlah ini.
Melansir dari Investopedia, pada 1989, dua merger besar mengubah peta persaingan, yaitu penggabungan Ernst & Whinney dengan Arthur Young, serta merger antara Deloitte, Haskins & Sells dan Touche Ross. Perkembangan ini mengubah Big 8 menjadi Big 6, hingga akhirnya pada akhir 1990-an, Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand bergabung menjadi PwC, menciptakan Big 5.
Baca Juga: Gara-gara Warisan, Adik Kandung di Surabaya Bunuh Kakak dan Ponakan
Pada 2001, skandal Enron mengguncang dunia keuangan dan menyebabkan kehancuran Arthur Andersen, salah satu dari Big 5 saat itu. Arthur Andersen dihukum karena menghalangi keadilan setelah terbukti menghancurkan dokumen terkait audit Enron.
Meski hukuman ini kemudian dicabut, reputasi firma ini sudah telanjur rusak, dan Arthur Andersen tidak lagi diperbolehkan menerima klien baru, yang pada akhirnya membuatnya kehilangan pasar. Firma-firma anggota Big 5 lainnya mengambil alih klien Arthur Andersen, menciptakan format yang kita kenal saat ini sebagai Big 4.
Layanan dan Musim Sibuk di Big 4
Big 4 tidak hanya terkenal karena skala besar operasinya tetapi juga karena spektrum layanannya yang luas. Mereka menyediakan layanan seperti audit, perpajakan, konsultasi manajemen, penilaian bisnis, pengelolaan risiko, dan advisory hukum. Selain itu, mereka kerap terlibat dalam proses merger, akuisisi, restrukturisasi korporasi, dan forensik akuntansi.
Melansir dari Investopedia, salah satu periode tersibuk bagi firma-firma ini adalah awal tahun kalender, ketika karyawan bekerja keras untuk memenuhi tenggat waktu pelaporan pajak. Pada musim sibuk, jam kerja bisa dua kali lipat dari biasanya.
Pengaruh Big 4 dalam Industri Akuntansi
Tidak hanya sekadar memberikan layanan bagi perusahaan-perusahaan besar, Big 4 juga menjadi pusat pelatihan yang diincar para lulusan akuntansi dan manajemen dari berbagai negara, termasuk India, yang memiliki permintaan tinggi terhadap lulusan CA (Chartered Accountancy) untuk menjalani artikel atau pelatihan.
Melansir dari TheFinanceStory.com, lulusan yang memenuhi kualifikasi CA cenderung memiliki peluang lebih besar untuk diterima di Big 4 karena keunggulan kompetensi dan pengalaman industri yang mereka tawarkan.
Dengan perkembangan dan sejarah panjangnya, Deloitte, PwC, EY, dan KPMG tetap menjadi pilar penting dalam industri keuangan global, berperan tidak hanya sebagai penyedia jasa akuntansi tetapi juga sebagai penasihat strategis yang mendukung pertumbuhan bisnis di berbagai sektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad Abdul Majiid Al-Wahab/Magang
Editor: Dwi Lindawati








