• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Big 4.

Big 4 Accounting Firms terbesar di dunia. (Foto: https://big4accountingfirms.org/)

Mengenal Big 4, Begini Sejarah dan Dominasi Firma Akuntansi Terbesar di Dunia

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Empat firma akuntansi terbesar dunia yang dikenal sebagai Big 4 adalah pemain utama di industri keuangan global. Keempat firma ini, yaitu Deloitte, PwC (PricewaterhouseCoopers), EY (Ernst & Young), dan KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler), telah lama mendominasi layanan akuntansi, perpajakan, konsultasi, penilaian, dan advisory hukum bagi berbagai perusahaan besar di dunia, termasuk sebagian besar perusahaan yang tercatat dalam S&P 500.

Melansir dari Investopedia, Big 4 bukan hanya sekadar firma akuntansi, tetapi juga lembaga yang secara aktif menafsirkan regulasi perpajakan dan standar audit.

You might also like

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Empat Firma Akuntansi Terbesar di Dunia

Deloitte saat ini memegang posisi sebagai firma terbesar di antara keempatnya. Pada 2023, Deloitte melaporkan pendapatan sebesar $64,9 miliar dengan jumlah karyawan lebih dari 457.000 yang tersebar di lebih dari 150 negara. Menurut Investopedia, Deloitte juga masuk dalam daftar tempat kerja terbaik keenam di dunia pada tahun yang sama.

Untuk PwC yang terbentuk dari merger antara Coopers & Lybrand dan Price Waterhouse memiliki pendapatan terbesar kedua di antara Big 4, yaitu sekitar $53,1 miliar pada 2023. PwC memperluas keahliannya dalam teknologi dengan investasi sebesar $3,7 miliar dalam bidang cloud dan kecerdasan buatan (AI).

Melansir dari TheFinanceStory.com, PwC mempekerjakan lebih dari 364.000 karyawan yang tersebar di 152 negara, termasuk di India yang memiliki banyak kantor besar di kota-kota seperti New Delhi dan Mumbai. Di India, PwC dianggap sebagai salah satu pemberi kerja terbesar bagi lulusan akuntansi dan manajemen.

Baca Juga: 15 Tips Menghemat BBM Mobil yang Sering Diabaikan, Bisa Bikin Kantong Tetap Tebal!

EY atau Ernst & Young, juga dibentuk melalui merger antara Ernst & Whinney dan Arthur Young pada 1989. Firma ini memiliki kantor di lebih dari 150 negara dan melaporkan pendapatan sebesar $49,9 miliar pada 2023.

EY baru-baru ini meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) yang memudahkan pengguna dalam menemukan ide-ide baru dan menyelesaikan riset dengan bantuan teknologi. Menurut GoCardless.com, EY menempati posisi penting dalam industri akuntansi dengan berfokus pada beragam layanan secara seimbang.

Sementara itu, KPMG adalah firma terkecil dalam Big 4, namun tetap menjadi pemain penting dengan pendapatan sekitar $36 miliar pada 2023. Dengan kantor di 143 negara, KPMG berfokus pada layanan audit, konsultasi, dan advisory. Berbasis di Belanda, KPMG memiliki lebih dari 273.000 karyawan yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Dari Big 8 ke Big 4: Transformasi Industri Akuntansi

Sebelum menjadi Big 4, industri akuntansi global dikuasai oleh delapan firma besar yang dikenal sebagai Big 8. Namun, serangkaian merger pada akhir 1980-an hingga 1990-an mengurangi jumlah ini.

Melansir dari Investopedia, pada 1989, dua merger besar mengubah peta persaingan, yaitu penggabungan Ernst & Whinney dengan Arthur Young, serta merger antara Deloitte, Haskins & Sells dan Touche Ross. Perkembangan ini mengubah Big 8 menjadi Big 6, hingga akhirnya pada akhir 1990-an, Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand bergabung menjadi PwC, menciptakan Big 5.

Baca Juga: Gara-gara Warisan, Adik Kandung di Surabaya Bunuh Kakak dan Ponakan

Pada 2001, skandal Enron mengguncang dunia keuangan dan menyebabkan kehancuran Arthur Andersen, salah satu dari Big 5 saat itu. Arthur Andersen dihukum karena menghalangi keadilan setelah terbukti menghancurkan dokumen terkait audit Enron.

Meski hukuman ini kemudian dicabut, reputasi firma ini sudah telanjur rusak, dan Arthur Andersen tidak lagi diperbolehkan menerima klien baru, yang pada akhirnya membuatnya kehilangan pasar. Firma-firma anggota Big 5 lainnya mengambil alih klien Arthur Andersen, menciptakan format yang kita kenal saat ini sebagai Big 4.

Layanan dan Musim Sibuk di Big 4

Big 4 tidak hanya terkenal karena skala besar operasinya tetapi juga karena spektrum layanannya yang luas. Mereka menyediakan layanan seperti audit, perpajakan, konsultasi manajemen, penilaian bisnis, pengelolaan risiko, dan advisory hukum. Selain itu, mereka kerap terlibat dalam proses merger, akuisisi, restrukturisasi korporasi, dan forensik akuntansi.

Melansir dari Investopedia, salah satu periode tersibuk bagi firma-firma ini adalah awal tahun kalender, ketika karyawan bekerja keras untuk memenuhi tenggat waktu pelaporan pajak. Pada musim sibuk, jam kerja bisa dua kali lipat dari biasanya.

Pengaruh Big 4 dalam Industri Akuntansi

Tidak hanya sekadar memberikan layanan bagi perusahaan-perusahaan besar, Big 4 juga menjadi pusat pelatihan yang diincar para lulusan akuntansi dan manajemen dari berbagai negara, termasuk India, yang memiliki permintaan tinggi terhadap lulusan CA (Chartered Accountancy) untuk menjalani artikel atau pelatihan.

Melansir dari TheFinanceStory.com, lulusan yang memenuhi kualifikasi CA cenderung memiliki peluang lebih besar untuk diterima di Big 4 karena keunggulan kompetensi dan pengalaman industri yang mereka tawarkan.

Dengan perkembangan dan sejarah panjangnya, Deloitte, PwC, EY, dan KPMG tetap menjadi pilar penting dalam industri keuangan global, berperan tidak hanya sebagai penyedia jasa akuntansi tetapi juga sebagai penasihat strategis yang mendukung pertumbuhan bisnis di berbagai sektor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Muhammad Abdul Majiid Al-Wahab/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Accounting FirmsAkuntan publikBig 4 adalahDeloitteErnst & YoungFirma akuntansi terbesar duniaKlynveld Peat Marwick GoerdelerPricewaterhouseCoopers
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Next Post
Ilustrasi film

Jadwal Film Tayang di Mojokerto 16 November 2024

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID