Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan yang Direkomendasikan Jokowi - Tugujatim.id

Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan yang Direkomendasikan Jokowi

  • Bagikan
Bipang ambawang, makanan khas dari Kalimantan yang disebut dalam pidato Jokowi yang menjadi ramai dan perbincangan masyarakat. (Foto: Instagram/@bipangambawang)

JAKARTA, Tugujatim.id – Topik perihal bipang ambawang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, setelah makanan khas Kalimantan tersebut dipromosikan dalam pidato Presiden Jokowi (Jokowi) sebagai salah satu makanan daerah yang dapat dibeli secara online saat merindukan kampung halaman, lantaran pemerintah telah melarang mudik.

“Untuk bapak ibu yang rindu kuliner khas daerah, atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh tidak perlu lagu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg jogja, bandeng semarang, siomay bandung, pempek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya tinggal pesan,” ujar Jokowi, dikutip Minggu (09/05/2021)

Adanya pernyataan yang menuai kontroversi tersebut, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberi klarifikasi. Menurutnya, video tersebut menjadi salah satu ajakan untuk mencintai produk lokal. Selain memiliki ragam suku, agama dan budaya di Indonesia, tentu membuat makanan yang ada juga sangat beragam.

“Jadi, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner nusantara yang memang sangat beragam,” kata Lutfi dikutip dari YouTube Kemendagri.

Lantas apa itu bipang ambawang?

Bipang ambawang, makanan khas dari Kalimantan yang disebut dalam pidato Jokowi yang menjadi ramai dan perbincangan masyarakat. (Foto: Instagram/@bipangambawang)
Bipang ambawang, makanan khas dari Kalimantan yang disebut dalam pidato Jokowi yang menjadi ramai dan perbincangan masyarakat. (Foto: Instagram/@bipangambawang)

Babi panggang atau disingkat ‘bipang’ merupakan makanan khas dari Ambawang. Biasanya, babi yang dipanggang merupakan daging babi kampung muda muda berusia 3-5 bulan.

Cara memanggangnya masih secara tradisional, yaitu di atas tungku arang. Sebelum dipanggang, daging babi akan dilumuri dengan bumbu rempah Ambawang khas Suku Dayak. Konon makanan ini juga memiliki tekstur daging yang lembut nan gurih, dengan lemak tipis dan kulit yang garing.

Dalam penyajiannya, bipang ambawang dapat dimakan bersama sambal antuha (sambal terasi yang dipadukan dengan perasan jeruk songkit) dan dapat dicocol dengan saus kit iu (saus yang terbuat dari jeruk sambal dan gula pasir).

Bipang ambawang juga diakui sebagai kuliner paling laku dan paling banyak dibeli oleh wisatawan. Bipang ambawang juga kerap dijadikan buah tangan. Toko oleh-oleh yang menjual makanan khas ini dapat dengan mudah ditemukan di sekitaran Sungai Ambawang.

  • Bagikan