Mengenal Gunung Putri Tidur, Gabungan 3 Gunung Eksotis di Jatim

Gunung Putri Tidur. (Foto: IG @ub.ac.ig/Tugu Jatim)
Pemandangan Gunung Putri Tidur dilihat dari Kota Malang. (Foto: IG @ub.ac.ig)

MALANG, Tugujatim.id – Barangkali Anda pernah mendengar Gunung Putri Tidur? Mungkin tak banyak orang yang mengetahui jika itu bukanlah nama asli gunung tersebut. Ternyata, ini adalah sebutan kumpulan dari tiga gunung di Jatim yang terbentang dari Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Blitar, hingga menyerupai putri tidur.

Gunung Putri Tidur ini meliputi Gunung Butak dengan ketinggian 2.686 meter di atas permukaan laut MDPL), Gunung Kawi dengan tinggi 2.551 (MDPL), dan Gunung Panderman yang memiliki ketinggian 2.045  (MDPL). Seperti namanya, pegunungan ini berbentuk seorang putri yang tertidur dengan posisi telentang dengan posisi urut sesuai ketinggian tiga gunung yang tergabung menjadi satu.

Gunung Butak sendiri terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jatim. Dan gunung ini memang berdekatan dengan Gunung Kawi yang berada di sebelah barat daya Kabupaten Malang. Gunung berapi yang lama tak aktif ini cukup dikenal dengan adanya tempat ziarah Pesarean Gunung Kawinya.

Sementara itu, Gunung Panderman terletak di Kota Batu. Lokasi tepatnya berada di Dusun Toyomerto. Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Nama gunung ini diambil dari nama seorang pendaki pertama asal Belanda yakni Van Der Man. Dia begitu mengagumi keindahan gunung ini pada masanya.

Ibarat kepala putri tidur yang menghadap ke atas dengan rambut terurai dinamakan Gunung Butak, sedangkan bentuk dada dengan tangan yang bersedekap itu adalah Gunung Kawi, dan ujung Gunung Panderman sebagai kakinya.

Gunung Putri Tidur. (Foto: IG @komedi_gunung/Tugu Jatim)
Tiga gunung yang menyerupai putri tidur di Kota Malang. (Foto: IG @komedi_gunung)

Pesona eksotis keindahan Gunung Putri Tidur ini akan tampak jelas saat cuaca cerah. Apalagi jika Anda melihatnya dari beberapa wilayah di Kota Malang dan Kabupaten Malang sebelah utara.

Sayangnya, Anda tak bisa menikmatinya di semua wilayah. Sebab, jika melihatnya dari tengah kota bakal terhalang bangunan yang menjulang tinggi dan beberapa papan reklame yang berada di sepanjang jalan.

Eits, tapi bagi Anda yang ingin melihatnya di waktu yang tepat, cobalah melihatnya pada pukul 06.00 dan pukul 16.00 WIB atau saat matahari terbenam. Sebab, saat pagi hari sunrise matahari yang datang dari ufuk timur mampu membuka embun yang membuat pemandangan sang putri terlihat jelas.

Pegunungan ini juga makin eksotis ketika dinikmati sore hari, tepatnya pada waktu sunset atau saat matahari akan terbenam sekitar pukul 16.00. Berbeda dengan fenomena lainnya, Gunung Putri Tidur ini tidak memiliki cerita rakyat ataupun kisah di balik asal muasal terbentuknya. Nama tersebut sudah ada sejak dulu dan belum diketahui siapa pencetusnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim