• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pohon Darah Naga atau pohon dengan nama latin Dracaena cinnabari ini merupakan tanaman unik yang memiliki getah berwarna merah. (Foto: Wikipedia)

Pohon Darah Naga atau pohon dengan nama latin Dracaena cinnabari ini merupakan tanaman unik yang memiliki getah berwarna merah. (Foto: Wikipedia)

Mengenal Pohon Darah Naga, Pohon Unik asal Yaman

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Sekilas pohon ini nampak seperti cepak pada rambut tentara, pohon yang tumbuh di derah kepulauan Socotra, Yaman ini bernama Pohon Darah Naga. Disebut demikian karena pohon ini bisa mengeluarkan getah berwarna merah yang keluar dari batangnya.

Pohon dengan nama latin Dracaena cinnabari ini memiliki wujud khas dengan batang yang tebal dan lebat, seta memliki daun-daun hijau yang juga lebat. Pohon ini pertama kali ditemukan seorang peneliti, Issac Bayley Balfour pada medio 1880. Pohon Darah Naga ini diklaim sanggup bertahan hingga usia 300 tahun lho.

You might also like

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

19/07/2026 11:05 AM
LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

19/07/2026 10:20 AM

Kemampuan bertahan hidupnya nan tangguh antara lain disebabkan dedaunan rimbun yang membantu mengurangi proses penguapan, membuat Pohon Darah Naga sanggup bertahan di kawasan gersang dengan suhu yang teramat panas.

Pohon ini dapat tumbuh setinggi 10 meter dengan lebar 3 meter. Bentuk pohon dapat dikaitkan dengan percabangan dichotomous, masing-masing cabang terbagi dua bagian. Batang membelah setiap kali pohon berbunga. Itulah sebabnya ahli botani dapat menghitung perkiraan usia pohon dengan menghitung jumlah percabangan.

Bentuknya yang berbeda dengan pohon yang lain ini ternyata berfungsi untuk kehidupannya. Daun-daunnya yang rimbun mengurangi proses penguapan dan membantu bertahan hidup di daerah yang suhunya sangat panas.

Selain itu, menguntungkan bibit pohonnya agar dapat bertahan hidup dan tumbuh karena bayangan ‘payung’ yang meneduhkan. Di bawah Pohon Darah Naga ini banyak ditemukan tanaman kecil dan hewan yang memanfaatkannya untuk berlindung dan berkembang biak.

Bahkan, oleh penduduk setempat, getahnya dimanfaatkan untuk berbagai hal. Selain pengobatan pencernaan, juga diare, demam, gangguan pernapasan, dan sakit tenggorokan. Juga digunakan sebagai zat pewarna, cat, lem, sabun, pernis untuk furniture, dupa, dan campuran bahan kimia.

Namun, hal ini juga yang membuat masa depan Pohon Darah Naga terganggu karena pemanfaatan getahnya. Begitu juga penggembalaan kambing sering memakan bibit dan biji tanaman yang tumbuh. Ditambah lagi, pohonnya sering ditebang untuk dimanfaatkan kayunya, sebagai kayu bakar. Masalah lain, meningkatnya pembangunan di pulau itu, terutama pembuatan jalan, serta pengunjung setiap tahun. (Mila Arinda/gg)

Tags: floratanaman
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

UM.

Pasca Perpanjang Kerja sama dengan BRIN, UM Bidik Pusat Kolaborasi Riset dan Degree by Research

by Dwi Linda
18/07/2026 1:19 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) mulai menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional...

Dosen Universitas Negeri Malang

Dosen Universitas Negeri Malang Kembangkan Mesin Hydro Nano Bubble, Siap Dukung Industri dan Ekspor Hortikultura

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:35 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dosen Universitas Negeri Malang (UM), Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc., Ph.D., mengembangkan mesin Hydro Nano-Bubble Sterilizer yang mampu...

Next Post
Petani di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban yang tengah memanen hasil tanaman padinya. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim) impor beras

Hasil Panen Melimpah, Pemkab Tuban Tegas Tolak Rencana Impor Beras

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID