• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Program Kampus Merdeka yang diluncurkan Kemendikbud RI pada Januari 2020 lalu. (Foto: Dokumen/Kemendikbud)

Program Kampus Merdeka yang diluncurkan Kemendikbud RI pada Januari 2020 lalu. (Foto: Dokumen/Kemendikbud)

Mengenal Program ‘Kampus Merdeka’ Kemendikbud-Ristek yang Bagai Jalan Tol Mahasiswa

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Program Merdeka Belajar yang diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim, membuat gebrakan bagi dunia perkuliahan di Indonesia. Pasalnya mahasiswa bisa menguasai berbagai keilmuan untuk bekal memasuki dunia kerja.

Belajar merdeka seolah-olah bisa menjadi solusi bagi mahasiswa yang kerasa salah jurusan di tengah-tengah semester. Karena mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Mahasiswa dalam program Merdeka Belajar diberikan kesempatan 1 semester yang setara (20 SKS) untuk belajar di luar program studi. Selain itu mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk belajar di kampus yang berbeda, namun dalam program studi yang sama, dan mendapatkan jatah maksimal 2 semester atau 40 SKS.

“Ini merupakan jalan awal untuk melepaskan belenggu agar (mahasiswa) lebih mudah bergerak. Kita masih belum menyentuh aspek kualitas, dan akan ada beberapa matriks yang akan digunakan untuk membantu perguruan tinggi mencapai targetnya,” ujar Nadiem Makarim beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan bahwa kebijakan Kampus Merdeka juga merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar.

“Kemudian pelaksanaannya memungkinkan untuk segera dilangsungkan karena hanya mengubah peraturan menteri saja, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-undang,” ujarnya.

Di Malang sendiri, beberapa universitas baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sudah menerapkan program Kampus Merdeka – Belajar Merdeka.

Hal ini disambut oleh salah satu mahasiswa asal Universitas Negeri Malang (UM), Dicky Hanafi, menyambut keputusan tersebut. Menurutnya ia bisa mempelajari lebih banyak ilmu tidak hanya dari jurusannya saja.

“Saya kan dari desain grafis, saya jadi bisa mempelajari ilmu-ilmu lain yang tidak dipelajari di prodi saya, misalnya ilmu IT. Soalnya saya sendiri sebenarnya tertarik sama ilmu IT kayak desain grafis,” ungkapnya.

Dicky juga mengungkapkan jika sebenarnya dirinya juga diajak temannya untuk mempelajari IT.

“Saya sebenarnya juga diajak, tapi saya belum tau bakal kuat atau tidak. Tapi kalau ada kesempatan saya mau coba. Karena kapan lagi bisa mempelajari ilmu IT tanpa harus keluar dari prodi yang sekarang,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wahyu, ia mengatakan tertarik untuk belajar di luar kampus yang sekarang. Namun, ada persyaratan khusus dari kampusnya.

“Kalau di kampus saya (Universitas Muhammadiyah Malang) ada kriteria khusus untuk bisa mengikuti Kampus Merdeka. Salah satunya IPK harus memenuhi persyaratan, terakhir saya lihat itu minim hari IPK 3,8,” tuturnya.

Wahyu mengatakan ia tertarik mengikuti program tersebut dan mencoba masuk ke kampus-kampus lain dan merasakan sensasi belajar di luar UMM.

“Saya pingin coba merasakan pembelajaran di luar kampus, saya tertarik melihat metode-metode pembelajaran lain,” pungkasnya.

Tags: kampusKampus MerdekaNadiem Makarimpendidikanuniversitas
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Wali Kota Malang Sutiaji telah menandatangani skema bantuan sosial PPKM Darurat. Besok Sabtu (10/7/2021) sudah mulai disalurkan. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Pemkot Malang Besok Mulai Salurkan Bansos bagi Warga Terdampak PPKM Darurat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID