MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bentuk cinta umat Muslim atas bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ditunjukkan melalui beragam bentuk maupun cara. Seperti tradisi keresan, di mana baik orang dewasa maupun anak-anak saling berebut barang yang digantung di pohon. Tradisi ini dapat ditemui di Masjid Darusalam di Mergelo, Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Saat melangsungkan tradisi ini, setiap tahun 2 pohon kersen digantungi dengan aneka ragam barang. Mulai hasil bumi setempat hingga produk UMKM yang dikelola oleh masyarakat Mergelo.
Namun, sebelum berebut barang yang digantung di pohon tersebut, seorang pemuka agama lebih dulu memimpin pembacaan selawat kepada Nabi Muhammad SAW hingga ditutup dengan doa. Begitu doa selesai, warga langsung menyerbu barang-barang yang digantung di pohon kersen.
Salah satu takmir Masjid Darusalam yakni Moh. Nizar menjelaskan bahwa kegiatan keresan menjadi tradisi turun-temurun. Tradisi ini bermaksud untuk menghormati bulan kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW.
BACA JUGA: Filosofi Lima Buah dalam Tradisi Maulid Nabi, Belimbing Hingga Pisang
“Sekaligus menjadi simbol kemakmuran, juga kesuburan. Sebab ketika Rasulullah SAW belum lahir, Kota Makkah itu negara yang sangat gersang,” bebernya, Kamis (04/09/2025).
Nizar melanjutkan bahwa siapa saja yang hadir dibolehkan mengambil beragam barang yang digantung di pohon kersen.
“Ini menjadi sedekah dari warga sekitar, sebagai bentuk suka cita atas kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Nizar berharap ke depan tradisi ini membawa keberkahan bagi desanya dan umumnya Kabupaten Mojokerto saat memasuki bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Semoga kita semua kelak diakui menjadi umat Nabi Muhammad SAW dan mendapat syafaatnya,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








