TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban kembali menyuarakan keluhan terhadap aktivitas kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama Tuban (TPPI Tuban). Warga menuding, bau menyengat yang kerap tercium diduga berasal dari area perusahaan akibat kebocoran seal pada salah satu peralatan produksi.
Kepala Desa Tasikharjo, Damuri menyebutkan, persoalan bau dan kebisingan dari aktivitas kilang sudah dirasakan warga selama bertahun-tahun. Bahkan, 18 rumah di Dusun Boro yang berbatasan langsung dengan pagar perusahaan sejak 2019 meminta relokasi, namun hingga kini tak kunjung ada kejelasan.
“Dulu saat penyusunan adendum amdal di Surabaya, sudah disampaikan ke DLH bahwa ada 16 rumah yang tidak layak dihuni karena berhimpitan dengan area produksi. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi relokasi,” ujar Kades Tasikharjo.
Selain dampak lingkungan, warga juga menyoroti komitmen perekrutan tenaga kerja lokal. Menurutnya, sejak 2023 aturan kearifan lokal yang mengutamakan pekerja ring 1 tidak lagi diterapkan oleh perusahaan.
“Padahal dulu, kalau ada pegawai outsourcing keluar, penggantinya wajib dari warga setempat sesuai kompetensi. Sekarang aturan itu diabaikan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, pihak HSSE TPPI, Ahmad Muzaki, mengakui bahwa memang pernah terjadi kebocoran seal yang menyebabkan bau menyengat. “Sudah dilakukan perbaikan melalui proyek overhaul. Bau itu berangsur hilang setelah peralatan diperbaiki,” terangnya.
Ia juga menegaskan, perusahaan secara rutin melakukan pengecekan kualitas lingkungan, baik kebisingan, getaran, maupun pencemaran udara.
“Hasil monitoring internal maupun eksternal menunjukkan masih sesuai regulasi. Namun masukan dari warga tetap akan kami sampaikan ke manajemen,” imbuhnya.
Muzaki menambahkan, untuk permintaan relokasi warga Dusun Boro, TPPI belum bisa memberikan kepastian. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan proyek besar Olefin yang langsung berada di bawah kewenangan Kilang Pertamina Internasional (KPI).
“Relokasi masih menjadi pembahasan. itu domainya langsung dari KPI,” ucapnya.
Meski begitu, warga ring 1 berharap kepedulian perusahaan tidak berhenti pada wacana. Mereka menilai, keberadaan TPPI sudah seharusnya membawa manfaat dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar, bukan justru menambah keresahan akibat bau dan bising yang terus dirasakan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Muchamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








