Miris! Fenomena Puluhan Anak Surabaya Titipkan Orang Tua di Panti Sosial Griya Werdha

Diduga Pengaruh Faktor Ekonomi

Anak Surabaya. (Foto: dok. Diskominfo Kota Surabaya/Tugu Jatim)
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin. (Foto: dok. Diskominfo Kota Surabaya)

SURABAYA, Tugujatim.id – Fenomena miris puluhan anak Surabaya memutuskan titipkan orang tuanya yang lanjut usia (lansia) untuk tinggal dan dirawat Panti Sosial Griya Werdha, Kota Surabaya, Jatim. Apalagi mereka rela menitipkan lansia itu meski masih memiliki keluarga. Bagaimana fenomena ini bisa terjadi?

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, pihaknya banyak menerima surat pernyataan dari anak yang bersedia orang tuanya tinggal dan dirawat oleh panti jompo.

“Sekarang semakin banyak anak yang menyerahkan orang tua yang lanjut usia kepada Panti Sosial Griya Werdha. Mereka menyerahkan surat pernyataan yang isinya bersedia agar orang tuanya dirawat di panti jompo milik pemkot,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu (23/11/2022).

Menurut dia, pada 2022 ini, ada sekitar 40 warga yang mengajukan surat pernyataan tersebut ke Unit Pelaksanan Teknis Daerah (UPTD) Griya Werdha. Anna mengaku prihatin adanya fenomena tersebut. Padahal, Griya Werdha seharusnya dikhususkan bagi lansia miskin dan terlantar serta tidak memiliki keluarga.

Namun, Anna melanjutkan, tetap saja ada pengajuan lansia yang diserahkan ke Panti Sosial Werdha, meski lansia tersebut masih memiliki keluarga. Anna menyebutkan, mayoritas dari anak Surabaya itu menyerahkan orang tua tercintanya dengan alasan faktor ekonomi. Meski demikian, pihaknya tidak serta merta langsung menerima pengajuan tersebut.

“Jadi tidak semua kami terima. Kami juga akan menurunkan tim dari Griya Werdha untuk riset terlebih dulu,” jelasnya.

Anna mengatakan, apabila faktor ekonomi yang menjadi alasan, Dinsos Surabaya akan melakukan pendekatan kepada anak atau keluarganya. Jika memungkinkan, dia mengatakan, pihak keluarga atau anak Surabaya akan diintervensi bantuan makanan atau program padat karya supaya orang tua mereka tetap dapat tinggal bersama.

“Pihak kami tidak serta merta mengambil orang tua itu. Tapi, akan kami dekati dulu anak atau keluarganya. Kan kasihan, karena sebaik-baik perawatan itu ada di keluarganya,” tutupnya.