• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pesawat Super Tucano.

Proses evakuasi jatuhnya pesawat TNI-AU jenis Super Tucano bernomor ekor sayap TT 3103 yang jatuh di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. (Foto: dok warga)

Misteri Lokasi 2 Pesawat Super Tucano TNI-AU Jatuh Dianggap Sakral bagi Suku Tengger, Masuk Harus Ritual Minta Izin

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Lokasi dua pesawat Super Tucano milik TNI-AU yang jatuh di Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11/2023), dianggap warga sebagai tempat sakral. Terutama bagi suku Tengger yang mendiami sekitar TKP jatuhnya dua pesawat jenis Super Tucano tersebut.

Dua pesawat latih TNI-AU dari Lanud Abdulrachman Saleh ini jatuh di dua lokasi berbeda. Bangkai pesawat bernomor ekor sayap TT 3103 jatuh dan ditemukan hancur di bawah tebing perbukitan areal Perhutani, di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo. Sementara bangkai pesawat bernomor ekor sayap TT 3111 ditemukan jatuh di Bukit Kundi, tepatnya di perkebunan kentang yang masuk wilayah TNBTS, di perbatasan Desa Wonorejo Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Pantai Pangi.

6 Hari Terombang-ambing di Pantai Pangi Blitar, Santriwati Kediri Ditemukan Meninggal Terjepit di Batu Karang

17/06/2026 2:16 PM

Sulaksono, warga sekitar, menyatakan, dua titik lokasi jatuhnya pesawat Super Tucano ini sudah terkenal lama sebagai tempat sakral. Kesakralan tempat ini, menurut informasi yang dia dapat dari warga, sudah menjadi cerita turun-temurun di antara keturunan asli suku Tengger.

“Tempatnya memang terkenal sakral bagi suku Tengger, itu cerita sudah dari mbah-mbahnya dulu,” ujar Sulaksono pada Senin (20/11/2023).

Dia menuturkan bahwa dalam cerita yang beredar di masyarakat sekitar, areal sekitar jatuhnya dua pesawat latih TNI-AU ini dianggap tempat suci. Bahkan, menurutnya warga sekitar, khususnya suku Tengger sendiri tidak berani memasuki areal hutan sekitar Bukit Kundi ataupun hutan di wilayah Desa Keduwung secara sembarangan.

Bahkan, pria asal Desa Wonorejo, ini menyatakan bila sebagian besar warga suku Tengger percaya bahwa memasuki dua areal tersebut harus dengan semacam ritual.

“Katanya orang Tengger ya kan dua tempat itu tempat suci, jadi kalau masuk situ, kebanyakan takut, kecuali ada doa-doa ritual atau pakai sesajen sesuai kepercayaan mereka,” ungkapnya.

Sulaksono menambahkan, warga yang ikut membantu saat evakuasi jenazah keempat korban jatuhnya pesawat TNI-AU ini justru kebanyakan warga yang berasal dari Desa Wonorejo, meski ada pula sebagian lain yang dari warga Tosari.

Menurut dia, fenomena ini terjadi karena warga suku Tengger sendiri sangat menghormati tempat sakral tersebut sehingga membatasi diri untuk keluar masuk tempat tersebut. Sementara warga Desa Wonorejo banyak turun membantu karena mayoritas bukan keturunan asli dari suku Tengger.

“Kemarin kan yang turun kebanyakan memang warga Wonorejo, ya selain aksesnya memang lebih dekat, warga ingin membantu karena murni rasa kemanusiaan, gak tega juga warga, Mas,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, jatuhnya dua pesawat TNI-AU menurut kesaksian warga terjadi pada Kamis (16/11/2023), sekitar pukul 11.00 WIB. Kesaksian warga sekitar sempat melihat empat pesawat terbang di langit, sebelum akhirnya diduga ada ledakan keras yang terdengar hingga belasan kilometer.

Dua pesawat Super Tucano ini diduga jatuh di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama tempat jatuhnya pesawat dengan nomor ekor TT 3013 berada di bawah tebing kawasan perhutani di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo. Adapun lokasi kedua jatuhnya pesawat dengan nomor ekor TT 3111 berada di Bukit Kundi. Tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo; dengan Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Insiden pesawat latih TNI-AU yang jatuh ini memakan korban jiwa empat perwira yang berdinas di Lanud Abdulrachman Saleh. Yakni Letkol Pnb Sandhra Gunawan, Kolonel Adm Widiono, Mayor Pnb Yuda A. Seta, dan Kolonel Pnb Subhan.

Pada Jumat (17/11/2023), Tim Investigasi TNI-AU juga telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) dari dua pesawat Super Tucano yang jatuh di Kabupaten Pasuruan. FDR dua pesawat latih tersebut kini telah dibawa ke Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, untuk dilakukan pembacaan data penerbangan guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat.

Hingga saat ini, tim gabungan yang dikoordinasi TNI-AU itu masih terus mengevakuasi bangkai dari dua pesawat latih tersebut.

Writer: Laoh Mahfud

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Insiden pesawat TNI-AU jatuhKecelakaan pesawat TNI-AUKorban laka pesawat TNI-AUKorban tewas pesawat Super TucanoKronologi pesawat TNI-AU jatuhLokasi sakral suku TenggerPesawat Super Tucano jatuh di PasuruanPesawat TNI-AU jatuh di PasuruanPesawat TNI-AU kecelakaan di PasuruanSuku TenggerSuper Tucano EMB-314Update kecelakaan pesawat TNI-AU di Pasuruan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Pantai Pangi.

6 Hari Terombang-ambing di Pantai Pangi Blitar, Santriwati Kediri Ditemukan Meninggal Terjepit di Batu Karang

by Dwi Linda
17/06/2026 2:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian besar-besaran terhadap santriwati asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten...

DPRD Kota Malang.

Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih

by Dwi Linda
15/06/2026 8:54 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ketua DPRD Kota Malang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyatakan sepakat menghentikan...

Demo mahasiswa Malang.

Poster “Maling Berkedok Gizi” Muncul di Demo Mahasiswa Malang, Minta Hentikan MBG Potensi Jadi Ladang Korupsi

by Dwi Linda
15/06/2026 8:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ratusan mahasiswa menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Malang, Senin (15/06/2026). Dalam aksi demo mahasiswa...

Next Post
Truk adu banteng.

Sopir Ngantuk, Dua Truk Adu Banteng di Apollo Gempol Pasuruan hingga Tercebur Parit

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID