• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ramadan di Portugal

Muhammad Zair Baitil Atiq, Mahasiswa Indonesia Ramadan di Portugal. 

Cerita Muhammad Zair, Mahasiswa Indonesia Jalani Ramadan di Portugal

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Puasa Ramadan di negeri orang tentu menghadirkan pengalaman berbeda, apalagi di negeri dengan minoritas pemeluk Islam. Pengalaman itu pun dirasakan Muhammad Zair Baitil Atiq, Mahasiswa Indonesia yang tahun ini menjalani Ramadan di Portugal.

Zair adalah Mahasiswa Universitas Mahasiswa Malang (UMM) yang menjadi peserta Program Pertukaran Pelajar Erasmus di Universitas Minho, kota Braga, Portugal.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Ia harus jauh dari keluarga dan merasakan suasana yang tidak seramai di Indonesia. Penyesuaian kebiasaan baru menjadi tantangannya untuk tetap produktif menjalani aktivitas selama berpuasa.

Selama menjalani program tersebut, ia merasakan langsung bagaimana atmosfer Ramadan di negara dengan populasi muslim yang sangat kecil.

Ramadan di Portugal
Muhammad Zair Baitil Atiq, Mahasiswa Indonesia Ramadan di Portugal.

Zair mencontohkan, jika di Tanah Air masyarakat menyambut Ramadan dengan penuh antusias, maka di Portugal lebih tenang dan sepi. Karena umat Islam hanya sekitar 1% dari total populasi.

“Di Indonesia orang-orang sangat excited menyambut Ramadan. Kalau di sini rasanya seperti kita saja yang merayakan,” ujar Mahasiswa UMM angkatan 2022 kepada pada Tim Humas UMM, 8 Maret 2026.

Tahun ini, lanjut Zair menjadi pengalaman pertamanya menjalani bulan suci tanpa keluarga sekaligus merayakan Idulfitri di luar negeri.

Sementara dari segi durasi berpuasa, di Portugal relatif lebih singkat dibandingkan di Indonesia. Zair menyebutkan waktu berpuasa hanya sekitar 12 jam.

Ia menambahkan bahwa informasi terkait waktu sahur, imsak, hingga berbuka puasa sangat mudah diakses melalui Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Portugal maupun komunitas muslim setempat yang menyediakan jadwal ibadah selama Ramadhan melalui situs resmi.

Menariknya, Zair bercerita pengalamannya Ramadan di Portugal juga memperlihatkan tingginya sikap saling menghargai antar pemeluk agama.

Teman-temannya di kampus sangat menghormati ibadah yang sedang dijalaninya. Bahkan, mereka memahami beberapa batasan yang harus dijaga sebagai seorang muslim.

“Teman-teman di kelas sangat respect. Mereka tahu saya sedang puasa, bahkan mereka juga tahu saya tidak bisa makan babi atau minum alkohol. Jadi kalau mengajak hangout, mereka memilih tempat yang sesuai,” jelasnya.

Mahasiswa asal Kalimantan ini juga mengungkapkan keahlian barunya semenjak berpuasa di negeri orang, yaitu memasak. Karena di Portugal lebih sering memasak sendiri untuk memastikan kehalalan makanan yang dikonsumsi nya. Bahkan membawa beberapa bumbu khas Indonesia dari tanah air.

Namun, di beberapa situasi mendadak Zair juga berbuka puasa di restoran. Karena di Portugal bisa ditemukan juga restoran Turki, yang bahkan berada tidak jauh dari kampusnya.

Selain menyediakan menu halal seperti kebab, restoran tersebut juga menyediakan takjil gratis bagi umat muslim yang berbuka puasa.

Bagi Zair, menjalani Ramadan di luar negeri menjadi pengalaman berharga yang memberinya banyak pelajaran tentang toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Cerita InspirasiInspirasiRamadanRamadan di Negeri OrangTugu InspirasiUMMUniversitas Mahasiswa Malang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Perbaikan jalan.

Jelang Perbaikan Jalan, Satlantas Polres Tuban Siapkan Skema Rekayasa Lalin di Jalur Ringroad

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID