• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Akuntansi.

Ahmad Saifi Athoillah SHum MM, dosen Keuangan Politeknik Negeri Malang. (Foto: dok)

Mulianya Mempelajari Akuntansi dan Keuangan, Karena Mempelajari Salah Satu Ayat Terpanjang dalam Al-Qur’an

Dwi Linda by Dwi Linda
10 months ago
in Advertorial, Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ahmad Saifi Athoillah, Dosen Keuangan Politeknik Negeri Malang

Tugujatim.id – Banyak orang beranggapan bahwa Al-Qur’an hanya berbicara soal ibadah ritual, pahala, atau dosa. Padahal, kitab suci umat Islam ini juga memberi pedoman rinci tentang bagaimana manusia bermuamalah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fakta menarik adalah bahwa ayat terpanjang dalam Al-Qur’an bukanlah tentang salat, zakat, atau puasa, melainkan tentang transaksi keuangan.

Ayat itu adalah Surah Al-Baqarah Ayat 282, yang dikenal dengan sebutan Ayat al-Dayn atau ayat tentang utang-piutang. Panjangnya mencapai lebih dari satu halaman mushaf, memuat penjelasan detail mengenai pencatatan transaksi, pentingnya saksi, serta keharusan bersikap adil dalam bermuamalah.

You might also like

Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

20/07/2026 3:10 PM
Gus Fawait

Gus Fawait Lepas 3.000 Mahasiswa KKN untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

20/07/2026 2:45 PM

Dengan kata lain, ayat ini menegaskan bahwa urusan duniawi seperti ekonomi dan keuangan tidak pernah dipandang remeh dalam Islam. Justru sebaliknya, hal itu mendapat perhatian serius, karena menyangkut keadilan dan kemaslahatan umat.

Ayat Panjang yang Penuh Pesan

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mencatatnya. Hendaklah seorang pencatat di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah pencatat menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajar-kan kepadanya. Hendaklah dia mencatat(-nya) dan orang yang berutang itu mendiktekan(-nya)…” (QS. Al-Baqarah: 282).

Perintah ini sederhana tapi sangat visioner: setiap transaksi harus dicatat. Pendekatan inilah yang kami ajarkan kepada mahasiswa di Program Studi Keuangan, Jurusan Akuntansi di Politeknik Negeri Malang. Bahwa transaksi, tidak boleh ada sekadar kesepakatan lisan tanpa bukti tertulis (harus dicatat), apalagi jika menyangkut hak orang lain dalam jangka panjang. Dalam lanjutan ayat, Allah bahkan memerintahkan menghadirkan saksi, menggunakan penulis yang adil, dan tidak mengurangi sedikit pun dari apa yang seharusnya dicatat.

Bukankah ini adalah prinsip dasar ilmu akuntansi modern? Transparansi, akurasi, keadilan, serta pencatatan yang sistematis adalah fondasi akuntansi yang kita pelajari di kampus-kampus dan praktikkan di perusahaan-perusahaan. Menariknya, nilai-nilai tersebut justru telah lebih dulu diajarkan dalam Al-Qur’an, diabadikan dalam ayat terpanjang-Nya.

Akuntansi: Ilmu Duniawi atau Ibadah?

Sebagian orang menganggap akuntansi hanyalah hitung-hitungan angka, laporan laba rugi, atau neraca keuangan. Tetapi jika kita telisik lebih dalam, akuntansi adalah ilmu tentang kejujuran dan amanah. Seorang akuntan yang baik bukan sekadar piawai menyusun laporan, melainkan juga menjaga hak-hak semua pihak melalui transparansi informasi.

Ayat al-Dayn mengajarkan kita bahwa pencatatan transaksi bukanlah sekadar formalitas. Dia adalah upaya untuk melindungi kedua belah pihak dari kelalaian, kecurangan, atau perselisihan di kemudian hari. Dalam bahasa modern, pencatatan yang rapi akan meminimalisasi risiko moral hazard dan asimetri informasi. Bukankah ini juga menjadi tujuan utama akuntansi?

Karena itu, mempelajari akuntansi bisa dipandang sebagai bagian dari ibadah. Dia bukan sekadar keahlian teknis, melainkan jalan untuk menegakkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Seorang mahasiswa akuntansi yang tekun belajar debet dan kredit sesungguhnya sedang melatih dirinya untuk menjadi penjaga amanah, sama halnya dengan perintah Allah untuk menuliskan utang-piutang dengan adil.

Pentingnya Kejujuran dalam Akuntansi

Kita tidak bisa menutup mata bahwa banyak krisis keuangan global terjadi akibat manipulasi laporan keuangan. Kasus Perusahaan Enron Ltd. di Amerika Serikat pada 2001, misalnya, menjadi bukti bagaimana perusahaan besar bisa runtuh hanya karena akuntansi dipermainkan untuk menutup kerugian. Di Indonesia pun, kita sering mendengar praktik “rekayasa laporan keuangan” yang ujungnya merugikan investor, karyawan, bahkan negara.

Akuntansi Dosen Politeknik Negeri Malang.
Enron Tower di Downtown Houston, Texas, Amerika Serikat. (Foto: internationalbanker.com)

Semua itu berawal dari hilangnya kejujuran dalam pencatatan. Padahal, Al-Qur’an sudah mengingatkan bahwa penulis transaksi harus adil, tidak boleh mengurangi, apalagi memalsukan catatan. Jika pesan ini dipatuhi, maka praktik akuntansi akan menjadi pilar kokoh bagi keadilan ekonomi.

Akuntansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak perlu jauh-jauh ke perusahaan besar, bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun akuntansi penting. Seorang kepala keluarga yang mencatat pemasukan dan pengeluaran akan lebih bijak mengelola nafkah. Seorang pedagang kecil yang menulis transaksi harian dengan rapi akan lebih mudah mengukur untung rugi usahanya. Dan seorang mahasiswa yang terbiasa mencatat pengeluaran pribadinya akan lebih mampu hidup hemat dan teratur.

Semua itu adalah bentuk kecil dari implementasi Ayat 282 Al-Baqarah. Artinya, akuntansi bukan hanya milik para akuntan publik atau auditor, melainkan milik setiap muslim yang ingin hidup tertib, adil, dan penuh tanggung jawab.

Kemuliaan Belajar Akuntansi

Dari sini kita bisa memahami bahwa orang yang mempelajari akuntansi menempuh jalan mulia. Mereka bukan sekadar menguasai ilmu duniawi, tetapi juga menjalankan perintah Allah untuk mencatat transaksi secara adil. Mereka melatih diri agar jujur, teliti, dan bertanggung jawab.

Lebih dari itu, akuntansi adalah ilmu yang menjaga keberlangsungan kepercayaan sosial. Tanpa pencatatan keuangan yang transparan, tidak ada investor yang mau menanamkan modal, tidak ada konsumen yang percaya, dan tidak ada negara yang bisa berjalan stabil. Dengan kata lain, akuntansi adalah “bahasa kepercayaan” dalam peradaban modern.

Maka, tidak berlebihan jika kita mengatakan: orang yang belajar akuntansi sedang melaksanakan ibadah sosial yang bernilai spiritual. Mereka adalah penjaga amanah, pengawal keadilan, dan penguat fondasi perekonomian bangsa.

Penutup

Ketika Allah menurunkan ayat terpanjang dalam Al-Qur’an untuk membahas utang-piutang, itu bukanlah kebetulan. Pesan yang hendak disampaikan jelas: keadilan ekonomi dan pencatatan transaksi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa itu, akan timbul sengketa, kerugian, bahkan kehancuran.

Karena itu, belajar akuntansi bukan sekadar jalan karir, melainkan juga ibadah. Dia adalah perwujudan dari nilai Qur’ani yang mulia: menjaga keadilan, melindungi hak, dan menegakkan kejujuran.

Di tengah maraknya praktik manipulasi dan korupsi, pesan ini menjadi semakin relevan. Semoga para pelajar, mahasiswa, dan praktisi akuntansi di negeri ini senantiasa mengingat bahwa profesi mereka adalah panggilan mulia—bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniDosen Keuangan Politeknik Negeri MalangKota Malang hari iniMalangPoliteknik Negeri Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

by Dwi Linda
20/07/2026 3:10 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Atraksi seru yang beragam dimiliki Jatim Park 1, Kota Batu, terdapat sebuah wahana yang menghadirkan pengalaman berbeda...

Gus Fawait

Gus Fawait Lepas 3.000 Mahasiswa KKN untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:45 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait secara resmi melepas 3.000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

Kemensos

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tapanuli Tengah

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:03 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Kemensos menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera...

Pemkab

Pemkab Jember Segera Launching Program Homecare, Permudah Akses Layanan Kesehatan

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 9:45 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan meluncurkan program pelayanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah atau Homecare, pada 24...

Next Post
Evakuasi Ponpes Al-Khoziny.

Tak Ada Lagi Sinyal Kehidupan, Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Pakai Alat Berat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID