SIDOARJO, Tugujatim.id – Upaya pencarian korban runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim, kini memasuki fase paling krusial. Proses evakuasi Ponpes Al Khoziny, tim SAR gabungan memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi dari balik tumpukan beton dan material bangunan.
SAR Mission Coordinator (SMC) Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menegaskan, seluruh metode pendeteksian yang digunakan sejak Rabu malam (01/10/2025) hingga Jumat (03/10/2025) menunjukkan hasil nihil.
Baca Juga: 108 Korban Musala Runtuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Dievakuasi, 5 Meninggal Dunia
“Mulai dari pemanggilan langsung di titik Site A1 hingga A3, penggunaan search camera, wall scan suffer 400, hingga seismic scanner, tidak ada respons sama sekali. Proses ini sudah disterilisasi agar tidak ada gangguan suara tambahan, hasilnya tetap kosong,” jelas Bramantyo.

Tidak hanya itu, pencarian dari udara dengan drone thermal juga tidak menemukan indikasi korban selamat. Situasi ini membuat tim SAR bersama keluarga korban sepakat beralih pada tahap evakuasi Ponpes Al Khoziny menggunakan alat berat crane untuk material bangunan.
“Evakuasi dilakukan bertahap dengan memasang shoring agar struktur sisa bangunan tetap stabil,” tambah Bramantyo.
Keluarga Harapkan Seluruh Korban Ditemukan
Di sisi lain, harapan keluarga korban belum sepenuhnya padam. Salah satunya dari pihak keluarga santri Irham Ghifari, 16, yang hingga kini masih menunggu kabar di lokasi sejak awal musibah.
“Saya serahkan sepenuhnya ke tim. Kalau memang harus pakai alat berat, saya setuju. Yang penting segera ditemukan, tidak perlu menunggu terlalu lama,” tutur seorang kerabat Irham.

Meski hasil deteksi menunjukkan nihil tanda kehidupan, keluarga masih menggantungkan doa agar seluruh korban bisa segera ditemukan dan dipulangkan.
“Saya dan keluarga juga ikhlas. Kalau memang sudah kehendaknya Sang Kuasa kayak gitu, ya mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, suasana haru dan panik menyelimuti Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo usai bangunan musala dalam kompleks pesantren itu ambruk pada Senin sore (29/09/2025). Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sesaat setelah jemaah santri menunaikan salat Asar.
Musala yang sedang dalam tahap pembangunan lantai tiga dalam kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, itu runtuh saat proses pengecoran berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








