• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Evakuasi Ponpes Al-Khoziny.

Petugas proses evakuasi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo memakai alat berat. (Foto: Basarnas Surabaya)

Tak Ada Lagi Sinyal Kehidupan, Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Pakai Alat Berat

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Upaya pencarian korban runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim, kini memasuki fase paling krusial. Proses evakuasi Ponpes Al Khoziny, tim SAR gabungan memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi dari balik tumpukan beton dan material bangunan.

SAR Mission Coordinator (SMC) Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menegaskan, seluruh metode pendeteksian yang digunakan sejak Rabu malam (01/10/2025) hingga Jumat (03/10/2025) menunjukkan hasil nihil.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Baca Juga: 108 Korban Musala Runtuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Dievakuasi, 5 Meninggal Dunia

“Mulai dari pemanggilan langsung di titik Site A1 hingga A3, penggunaan search camera, wall scan suffer 400, hingga seismic scanner, tidak ada respons sama sekali. Proses ini sudah disterilisasi agar tidak ada gangguan suara tambahan, hasilnya tetap kosong,” jelas Bramantyo.

Evakuasi Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo.
Proses evakuasi korban reruntuhan Ponpes Al-Khoziny masih dilanjutkan. (Foto: Basarnas Surabaya)

Tidak hanya itu, pencarian dari udara dengan drone thermal juga tidak menemukan indikasi korban selamat. Situasi ini membuat tim SAR bersama keluarga korban sepakat beralih pada tahap evakuasi Ponpes Al Khoziny menggunakan alat berat crane untuk material bangunan.

“Evakuasi dilakukan bertahap dengan memasang shoring agar struktur sisa bangunan tetap stabil,” tambah Bramantyo.

Keluarga Harapkan Seluruh Korban Ditemukan

Di sisi lain, harapan keluarga korban belum sepenuhnya padam. Salah satunya dari pihak keluarga santri Irham Ghifari, 16, yang hingga kini masih menunggu kabar di lokasi sejak awal musibah.

“Saya serahkan sepenuhnya ke tim. Kalau memang harus pakai alat berat, saya setuju. Yang penting segera ditemukan, tidak perlu menunggu terlalu lama,” tutur seorang kerabat Irham.

Evakuasi Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo.
Petugas mencari korban reruntuhan Ponpes Al-Khoziny. (Foto: Basarnas Surabaya)

Meski hasil deteksi menunjukkan nihil tanda kehidupan, keluarga masih menggantungkan doa agar seluruh korban bisa segera ditemukan dan dipulangkan.

“Saya dan keluarga juga ikhlas. Kalau memang sudah kehendaknya Sang Kuasa kayak gitu, ya mau bagaimana lagi,” ujarnya.

WhatsApp Image 2025 10 03 at 12.27.06 2
Pencarian korban di reruntuhan bangunan musala Ponpes Al-Khoziny masih dilanjutkan. (Foto: Basarnas Surabaya)

Diberitakan sebelumnya, suasana haru dan panik menyelimuti Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo usai bangunan musala dalam kompleks pesantren itu ambruk pada Senin sore (29/09/2025). Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sesaat setelah jemaah santri menunaikan salat Asar.

Musala yang sedang dalam tahap pembangunan lantai tiga dalam kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, itu runtuh saat proses pengecoran berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Al Khoziny SidoarjoBangunan Musala Ponpes Al-Khoziny SidoarjoBerita Kabupaten Sidoarjo hari iniKabupaten Sidoarjo hari iniKorban Ponpes Al-Khoziny SidoarjoSidoarjo
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Cagar budaya di Mojokerto.

Masuk Tahap Ketiga, Cagar Budaya di Mojokerto Bakal Bertambah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID