• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Museum Surabaya

Museum Sepuluh November Surabaya (Foto: Google Maps @Fahmi Gozali)

Museum Sepuluh November Surabaya, Saksi Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Melawan Penjajah

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya memiliki museum saksi perjuangan Arek-Arek Suroboyo melawan penjajahan dalam peristiwa Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Museum Sepuluh November Surabaya berlokasi di kompleks Monumen Tugu Pahlawan, tepatnya di Jalan Pahlawan, Alun-Alun Contong, Bubutan, Surabaya, Jawa Timur.

Museum ini merupakan salah satu destinasi yang wajib Kamu kunjungi kalau ingin belajar sejarah perjuangan Arek-Arek Suroboyo dalam peristiwa Pertempuran Surabaya. Karena Pertempuran ini menjadi simbol keberanian melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Pahlawan Nasional.

You might also like

Gunung Penanggungan

Mengapa Gunung Penanggungan Disebut Miniatur Mahameru? Ini Sejarah, Bentuk, dan Keistimewaannya

19/07/2026 10:45 AM
Mata Air Jawa Timur

20 Mata Air Jawa Timur Terbesar yang Menjadi Sumber Kehidupan Warga

17/07/2026 6:24 PM

Pendirian Museum Sepuluh November diusulkan oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, untuk melengkapi keberadaan Monumen Tugu Pahlawan yang sudah lebih dulu berdiri sejak 10 November 1951. Pembangunan museum ini dimulai pada 10 November 1991, berhasil diselesaikan pada 19 Februari 2000 dan diresmikan oleh Presiden ke-4 Indonesia, yaitu Abdurachman Wahid (Gus Dur).

Bangunan museum ini menempati area seluas 1.000 meter persegi, sekitar seperlima dari luas lahan Tugu Pahlawan. Desainnya berbentuk seperti piramida atau limas, menyerupai Monumen Louvre di Perancis.

Jika dilihat dari luar, Museum Sepuluh November tampak seperti tertanam di dalam tanah. Kamu hanya bisa melihat bagian atapnya dari permukaan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tidak mengganggu keindahan pemandangan Monumen Tugu Pahlawan yang menjadi ikon utama di kawasan tersebut.

Museum ini juga dibangun hingga kedalaman 7 meter di bawah permukaan tanah, memberikan kesan yang berbeda dibanding museum lainnya. Kombinasi antara desain arsitektur dan lokasi yang unik membuat museum ini memiliki daya tarik tersendiri.

Gedung museum memiliki dua lantai yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah dari peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Saat Kamu masuk ke lantai 1, akan menemukan diorama dan patung-patung yang menggambarkan perjuangan rakyat Surabaya melawan tentara Inggris.

Salah satu diorama paling ikonik adalah sosok Bung Tomo dengan radio tua miliknya, yang digunakan untuk menyampaikan pidato-pidato penyemangat yang membakar semangat perjuangan rakyat Surabaya.

Di lantai ini juga terdapat berbagai senjata yang digunakan dalam pertempuran, seperti senjata laras panjang, pistol, keris, hingga pisau. Koleksi utama museum mencakup rekaman pidato Bung Tomo (sosiodrama), radio Bung Tomo, mobil pribadi Bung Tomo, serta berbagai senjata otomatis yang berasal dari periode perang.

Tak hanya itu, kamu juga bisa melihat benda-benda milik H.R. Muhammad Mangundiprojo, seorang perwira militer Indonesia yang turut andil dalam pertempuran bersejarah ini.

Museum ini juga dilengkapi teknologi modern seperti hologram yang menampilkan visualisasi tiga dimensi untuk membantu pengunjung memahami peristiwa sejarah secara lebih interaktif. Dengan teknologi ini, kamu bisa merasakan pengalaman yang lebih hidup saat mempelajari momen-momen heroik di masa lampau.

Untuk menikmati semua keunikan dan koleksi di Museum Sepuluh November, kamu hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp8.000 per orang.

Menariknya, ada promo gratis untuk pelajar dan mahasiswa yang membawa Kartu Pelajar atau Kartu Tanda Mahasiswa, jadi jangan lupa membawa identitasmu jika ingin menikmati promo ini.

Museum Sepuluh November buka setiap hari dengan jam operasional berbeda-beda. Pada hari Senin hingga Jumat, museum buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sedangkan di akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, kamu bisa mengunjungi museum mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB.

Waktu kunjungan museum ini dibagi menjadi tiga sesi per hari, yakni sesi 1 mulai jam 08.00 hingga 10.00 WIB, sesi 2 mulai jam 10.00 hingga 12.00 WIB, serta sesi 3 mulai jam 12.00 hingga 15.00 WIB dengan masing-masing sesi memiliki kuota maksimal 1.200 pengunjung. Pemesanan tiket dapat dilakukan sehari hingga seminggu sebelum kunjungan.

Kritik dan pujian juga dilayangkan beberapa pengunjung yang sudah datang ke Museum Sepuluh November melalui ulasan Google Maps. Salah satu kritik datang dari akun @Niswa** kha** yang berpendapat bahwa petugas loket di tempat ini tidak ramah. Akan tetapi, disisi lain pengunjung ini pun memuji petugas pemandu yang edukatif dan luar biasa dalam menjelaskan museum ini.

“Petugas loket yg sgt tidak ramah, gebrak2 meja, padahal kami sdh mmbeli etiket n bersma para siswa. Air di toilet sengaja dimatikan padahal siswa msh banyak yg menggunakanny. Kecewa s3kali, padahal para petugas pemandu n tour ny sangat luar biasa dan edukatif. Semoga ada perbaikan kedepannya,” kritiknya.

Disisi lain, Museum Sepuluh November juga mendapatkan pujian dari akun @Tarad** No** yang berpendapat bahwa museum ini besar dan nyaman untuk dibuat bersantai di sore hari, karena tempat yang sejuk dan banyak disediakan kursi taman.

“Situs sejarah yang menjadi saksi perjuangan rakyat Surabaya. Yang suka sama sejarah aku saranin masuk ke museumnya sih karena lumayan besar dalamnya. Selain itu disini tempatnya nyaman juga buat yang suka duduk santai di sore hari, karena tempatnya sejuk dan banyak kursi taman yang bisa didudukin,” ucapnya.

Itulah sejarah, koleksi, hingga ulasan pengunjung Museum Sepuluh November. Dengan desain unik, teknologi canggih, dan koleksi yang kaya, museum ini mengajak kamu untuk memahami lebih dalam perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jadi, tertarik mengunjunginya?

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis : Ebenhaezer Parningotan Silaban/ Magang

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Jawa TimurKota SurabayaMagang FEB UBSurabaya
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Gunung Penanggungan

Mengapa Gunung Penanggungan Disebut Miniatur Mahameru? Ini Sejarah, Bentuk, dan Keistimewaannya

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:45 AM
0

Tugujatim.id – Di antara deretan gunung di Jawa Timur, Gunung Penanggungan memiliki julukan yang cukup populer, yakni Miniatur Mahameru. Sebutan...

Mata Air Jawa Timur

20 Mata Air Jawa Timur Terbesar yang Menjadi Sumber Kehidupan Warga

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 6:24 PM
0

Tugujatim.id – Jawa Timur dikenal memiliki banyak sumber mata air yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari kawasan pegunungan hingga...

Candi Penataran Blitar.

Candi Penataran Blitar, Mahakarya Majapahit yang Masih Menyimpan Misteri

by Dwi Linda
17/07/2026 9:45 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Candi Penataran Blitar merupakan situs bersejarah penting di Jawa Timur. Kompleks ini menjadi peninggalan besar dari masa...

Mikutopia Batu.

Mikutopia Batu Hadirkan Paket Pre-Wedding Unik, Berlatar Kastel Jamur dan Sunset Gunung Arjuno

by Dwi Linda
16/07/2026 2:00 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan inovasi baru yang unik bagi pasangan yang akan...

Next Post
Joni Kusnadi

Halal Care Kit Real-Time PCR Inovasi Prof. Joni Kusnadi Pendeteksi DNA Babi pada Produk Pangan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID