JEMBER, Tugujatim.id – Ngabuburit di rel dapat mengancam keselamatan dan potensi menimbulkan celaka. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember pun mengerahkan drone untuk patroli selama Ramadan 1447 H.
Setiap waktu sore hari di sekitar jalur rel kereta api dilakukan pengamanan berlapis, mulai dari patroli darat hingga penggunaan teknologi drone untuk pengawasan dari udara.
Fenomena ngabuburit di kawasan rel dinilai sebagai ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa.Jalur kereta api sejatinya merupakan kawasan terbatas yang sama sekali tidak diperuntukkan bagi aktivitas umum.
Namun kenyataannya masih banyak warga yang menjadikannya lokasi bersantai menjelang berbuka puasa.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa kehadiran masyarakat di area rel dalam bentuk apapun merupakan tindakan berbahaya sekaligus pelanggaran hukum. Menurutnya, bulan puasa secara konsisten menjadi periode yang rentan lantaran lonjakan aktivitas warga di sepanjang jalur tersebut.
Guna meminimalkan risiko, pengamanan diperketat terutama pada rentang waktu kritis menjelang adzan Maghrib. Teknologi drone dimanfaatkan untuk menjangkau titik-titik blind spot yang tidak dapat dipantau petugas di lapangan, sekaligus mempercepat deteksi potensi bahaya di sepanjang lintasan.
“Kami melakukan pemantauan udara menggunakan drone di titik-titik yang tidak terjangkau oleh patroli darat. Ini memudahkan kami mendeteksi aktivitas membahayakan di sepanjang jalur,” ujar Cahyo pada Jumat (20/2/2026).
Tak hanya pengawasan, KAI Daop 9 juga menggalakkan edukasi keselamatan bagi warga yang tinggal berdekatan dengan jalur rel. Pemasangan spanduk peringatan di lokasi-lokasi strategis dilakukan sebagai pengingat visual agar masyarakat menjauhi area berbahaya tersebut.
Pada saat bersamaan, penertiban perlintasan liar terus digencarkan. Sepanjang 2026, tiga dari delapan titik perlintasan ilegal yang menjadi target telah berhasil ditutup atau dipersempit, yakni di ruas Bayeman–Probolinggo, Jatiroto–Tanggul, serta Kalisetail–Temuguruh.
Satu bangunan liar di Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo, juga telah diratakan demi kelancaran operasional.
Cahyo menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api bukan semata tanggung jawab petugas, melainkan membutuhkan sinergi dengan kesadaran kolektif masyarakat. Hingga Februari 2026, pihaknya telah menggelar 11 sesi sosialisasi keselamatan di berbagai perlintasan sebidang.
Seluruh rangkaian upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan menyambut Angkutan Lebaran 2026, dengan tujuan memastikan jalur kereta api bersih dari gangguan demi pelayanan yang optimal kepada para penumpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








