• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
ngasak tugu jatim

Sejumlah pengasak telaten mengais sisa panen padi yang tertinggal. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Ngasak, Cara Buruh Tani di Tuban Tekan Biaya Pengeluaran Beli Beras

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Setiap kali panen padi, ada pemandangan yang kerap terjadi di persawahan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tampak sejumlah perempuan paruh baya mengambil gabah sisa panen yang tidak dibawa oleh pemilik sawah. Aktivitas itu sering disebut ngasak.

Ngasak merupakan kegiatan para buruh tani yang tidak memiliki lahan. Ngasak membuat mereka tetap bisa merasakan hasil panen padi dan tidak merugikan pemilik sawah. Seperti yang terlihat saat panen raya di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, pada Rabu (02/11/2023)

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

Tampak sejumlah wanita dengan semangat mengais sisa tangkai batang padi yang masih ada butir gabah tertinggal. Ada juga sisa panen padi yang karena terjatuh dan tercecer saat dipanggul atau disunggi ke tepi sawah untuk dipisahkan antara batang padi dengan gabah. Sisa panen itulah yang diambil oleh para pengasak. Mereka melakukan itu untuk menekan biaya pengeluaran sehari-hari.

WhatsApp Image 2023 11 02 at 15.02.50 1
Sejumlah pengasak telaten mengais sisa panen padi yang tertinggal. Foto: Rochim/Tugu Jatim

 

“Ya memang untuk saya makan bersama keluarga di rumah,” ucap salah satu pengasak, Sriweni, warga Kecamatan Grabagan.

Sriweni menuturkan bahwa selama musim panen padi, sehari dia bisa mengumpulkan gabah hingga 10 kilogram. Namun, tidak jarang pula, dia pulang ke rumah tidak membawa hasil alias zonk. Dia juga sangat terbantu dengan mengasak. Setidaknya bisa mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli beras yang saat ini dinilainya sangat mahal.

“Paling banyak ya 10 kilogram, kadang juga 5 kilogram. Bahkan sama sekali tidak membawa hasil juga pernah,” ucapnya di sela-sela memungut tangkai padi yang masih berisi.

WhatsApp Image 2023 11 02 at 15.02.51
Sejumlah pengasak telaten mengais sisa panen padi yang tertinggal. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Ternyata dia datang tidak hanya sendirian, namun rombongan. Beberapa lokasi yang dia datangi di kawasan Kecamatan Rengel dan Widang. Kadang pula hingga Plumpang. “Berangkat bersama, tergantung mana yang panen. Kita datangi,” katanya.

Pemilik sawah, Samadi menuturkan, pihaknya tidak keberatan jika memang ada yang ngasak hasil panen padinya. Mereka juga mengambil sisa butir-butir padi yang tidak sengaja tertinggal saat panen. Selain itu, baginya aktivitas ini tidak merugikannya. Dia malah senang bisa membantu perekonomian para perempuan buruh tani itu.

“Tidak masalah. Ini juga bagian dari mereka berusaha untuk mencari makan. Selain udah lumrah dan biasa kegiatan seperti ini,” katanya.

Reporter: Rochim
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Tubanberita tuban hari iiBuruh taningasakTuban
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
Penyebab dan Ciri-ciri Kanker Payudara, Data WHO: Diderita 2,3 Juta Orang di Dunia

Penyebab dan Ciri-ciri Kanker Payudara, Data WHO: Diderita 2,3 Juta Orang di Dunia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID