PASURUAN, Tugujatim.id – Fenomena nikah gratis di Kantor Urusan Agama (KUA) sempat viral dan menjadi trending di media sosial beberapa waktu lalu. Layanan nikah nol rupiah di KUA ini ramai diperbincangkan di kalangan kawula muda pengguna media sosial.
Meski begitu, di wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur, layanan nikah gratis di KUA masih kurang diminati kaum muda.
Abdul Hakim, penghulu di KUA Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, menyatakan bahwa layanan nikah gratis mayoritas dimanfaatkan oleh pasangan pria maupun wanita yang sudah pernah menikah. Alias duda atau janda yang ingin menjalin mahligai rumah tangga kembali.
“Kebanyakan yang nikah gratis di KUA itu malah duda dan janda. Kebanyakan mereka nggak mau ada rame-rame kalau nikah lagi,” papar Hakim, pada Jumat (11/2/2023).
Sementara untuk pasangan muda, 90 persen ke atas cenderung memilih untuk melangsungkan akad nikah di luar KUA. Menurut Hakim, para anak muda punya gengsi tinggi untuk mau menikah gratis di KUA. “Apalagi kalau masih perjaka dan perawan, pasti tidak mau. Maunya di rumah kerena mereka butuh foto-foto yang bagus buat upload di sosmed,” ungkapnya.
Di sisi lain, Hakim menyatakan bahwa hampir 100 persen pasangan yang mengajukan nikah gratis di KUA Purworejo tergolong sebagai warga dengan ekonomi menengah ke bawah.
Hakim menyatakan bahwa dari sekitar 390 lebih pengajuan nikah selama 2022, sekitar 150 pasangan memilih menikah di KUA. Mereka ingin memangkas budget pernikahan karena apabila membawa penghulu ke luar KUA, dikenakan biaya sebanyak Rp600 ribu “Kebanyakan dari ekonomi bawah atau yang nggak mampu ya kita layani. Terserah mongoo mau akad di rumah atau di KUA,” jelasnya.
Menurut Hakim, layanan nikah gratis di KUA Purworejo sendiri sudah dilakukan sejak lama. Sebagian besar masyarakat juga telah mengetahui adanya akad nikah tanpa biaya di KUA tersebut.
“Berkas-berkasnya harus disiapkan paling tidak dua bulan sebelumnya. Karena kalau sekarang berkasnya harus lengkap, mulai akte, KTP, KK, ijazah,” pungkasnya.
Puspita Sari (26), warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, mengaku tak gengsi meski melakukan akad nikah di KUA Purworejo. “Buat apa gengsi di sinikan cuma akad saja, nanti acara resepsinya dirayakan di rumah,” ujar Puspita.
Puspita memang ingin menghemat pengeluaran resepsi nikah. Dia memilih menabung sebagian uang yang ada untuk memenuhi biaya kehidupan berumah tangga. “Daripada mengeluarkan uang cuma buat akad, mending nikah KUA kan gratis. Cuman ya akad nikahnya harus di hari kerja pas KUA buka,” pungkasnya.








