• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rawon Nguling

Kuah hitam dari kluwek alami serta daging sapi yang lembut membuat citarasa dari Rawon Nguling istimewa. (foto: Armando / gmaps)

Menikmati Kuliner Legendaris Khas Rawon Nguling di Malang

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Bagi pecinta kuliner Nusantara, nama Rawon Nguling mungkin sudah tidak asing lagi. Sebagai salah satu warisan kuliner legendaris Indonesia, Rawon Nguling di Malang selalu menjadi daya tarik utama di Kota Malang.

Rawon Nguling berdiri sejak 1942, tempat makan ini tidak hanya menawarkan rasa yang autentik tetapi juga pengalaman kuliner yang khas dan tidak terlupakan. Berlokasi strategis di Jalan Zainul Arifin No. 62, Rawon Nguling menjadi destinasi wajib bagi wisatawan dan warga lokal yang ingin menikmati kelezatan rawon dengan cita rasa yang tak berubah sejak dulu.

You might also like

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

13/06/2026 11:41 AM
Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

13/06/2026 10:19 AM

Begitu memasuki Rawon Nguling, suasana klasik khas rumah makan tradisional langsung terasa. Dengan interior yang sederhana namun bersih, tempat ini menghadirkan suasana yang nyaman dan hangat. Meja-meja kayu yang ditata rapi dan pencahayaan yang sederhana membuat pengunjung merasa seperti berada di ruang makan keluarga. Meskipun sering dipadati pengunjung, terutama saat jam makan siang, pelayanan di Rawon Nguling tetap cepat dan ramah. Pelayanan ini menjadi nilai plus yang membuat pengunjung semakin nyaman untuk menyantap di Rawon Nguling.

Rawon Nguling 1

Menu utama di Rawon Nguling adalah rawon dengan kuah hitamnya yang khas. Namun, tempat ini juga menawarkan beragam lauk pendamping seperti empal, paru, tempe goreng, perkedel, hingga telur asin yang bisa dipilih sesuai selera. Harga menu cukup bervariasi, mulai dari Rp25.000 hingga Rp40.000 per porsi, tergantung lauk yang Anda pilih. Meski harganya sedikit lebih tinggi dibanding rawon biasa, rasa yang ditawarkan benar-benar sepadan. Kuah rawon yang kaya rasa dengan aroma khas kluwek berpadu sempurna dengan nasi putih hangat dan potongan daging sapi yang empuk.

Menu yang menjadi favorit di sini adalah Rawon Daging Sapi. Potongan dagingnya yang tebal dan lembut menyatu sempurna dengan kuah kaldu yang gurih dan kaya rempah. Banyak pelanggan setia mengakui bahwa rasa rawon ini sulit ditandingi oleh tempat lain. Bahkan beberapa pengunjung dari luar kota rela datang hanya untuk mencicipi rawon legendaris ini. Selain itu, empal goreng yang disajikan sebagai lauk tambahan juga menjadi pilihan populer karena teksturnya yang empuk dan bumbunya yang meresap.

Rawon Nguling 2
Terdapat lauk pendamping, seperti perkedel, empal goreng dan tempe goreng. (foto: Riyad / gmaps)

Ketenaran Rawon Nguling tidak hanya terdengar dari mulut ke mulut, tetapi juga ramai diperbincangkan di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Di Instagram, misalnya, banyak pengunjung mengunggah foto seporsi rawon lengkap dengan lauk pendampingnya, memuji tampilannya yang menggoda. Sementara di TikTok, video tentang pengalaman makan di Rawon Nguling sering menjadi viral. Salah satu komentar di Instagram berbunyi, “Rasa rawonnya benar-benar autentik, nggak heran kalau tempat ini selalu ramai!” Komentar lainnya dari TikTok mengatakan, “Kuah rawon di sini bikin nagih, bumbunya berani dan dagingnya empuk banget.”

Sebagai kesimpulan, Rawon Nguling bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari sejarah dan kebanggaan kuliner Kota Malang. Dengan cita rasa autentik, suasana yang nyaman, dan pelayanan yang memuaskan, tidak heran jika Rawon Nguling terus menjadi destinasi favorit bagi siapa pun yang berkunjung ke Malang. Jika Anda mencari pengalaman kuliner yang kaya rasa dan berkesan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi rawon legendaris ini. Semangkuk rawon dari Rawon Nguling dijamin akan meninggalkan kesan mendalam di hati dan lidah Anda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis : Reihan Ali Ramadhan Fajariansyah / Magang

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Kota MalangKuliner Kota MalangMagang FEB UBMalang
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

by Dwi Linda
13/06/2026 11:41 AM
0

Tugujatim.id - Bagi kamu yang baru ingin mencoba hobi mendaki, ada banyak pilihan gunung Jawa Timur ini menawarkan pemandangan indah...

Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

by Dwi Linda
13/06/2026 10:19 AM
0

PACITAN, Tugujatim.id – Bukit Bintang Pacitan mungkin belum sepopuler destinasi wisata lain yang lebih dulu viral di media sosial. Tapi...

Kuliner Khas Banyuwangi.

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Jadi Buruan Wisatawan, Kuliner Khas Banyuwangi Makin Populer

by Dwi Linda
13/06/2026 9:18 AM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki beragam destinasi wisata alam menarik, mulai dari Kawah Ijen,...

Lights Wonderland Malang

Lights Wonderland Malang Sulap GOR Ken Arok dengan 5 Juta Lampu, Jadi Wisata Malam Baru

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 4:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Festival cahaya Malang bertajuk Lights Wonderland Malang resmi hadir di kawasan GOR Ken Arok dengan menghadirkan sekitar...

Next Post
Angka partisipasi

Angka Partisipasi Masyarakat Kota Mojokerto Menurun di Pilwali 2024

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID