OJK Malang X Tugu Media Group Beri Tips Cara Bijak Berinvestasi Mudah dan Aman - Tugujatim.id

OJK Malang X Tugu Media Group Beri Tips Cara Bijak Berinvestasi Mudah dan Aman

  • Bagikan
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat menyampaikan materi dalam webinar series #3 secara virtual dengan tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman” pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim) 
Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri saat menyampaikan materi dalam webinar series #3 secara virtual dengan tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman” pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim) 

MALANG, Tugujatim.id – Rendahnya literasi keuangan masyarakat terhadap legalitas investasi, membuat investasi bodong atau ilegal terus merajalela. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang berkolaborasi dengan Tugu Media Group menggelar webinar series #3 secara virtual yang mengangkat tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman” pada Selasa (03/08/2021).

Dalam webinar ini, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menjelaskan, sebelum berinvestasi sangat diperlukan pengkajian legalitas investasi. Jadi, masyarakat dapat terhindar dari investasi ilegal yang merugikan.

Tercatat, data kerugian masyarakat sejak 2011 akibat investasi ilegal telah mencapai Rp 117 triliun. Untuk itu, masyarakat perlu mengetahui empat ciri investasi ilegal atau bodong.

“Pertama, investasi ilegal biasanya menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu yang cepat. Misal dalam setahun keuntungan bisa mencapai 50 persen. Ini tentu jauh di atas suku bunga wajar yang biasa ada di lembaga keuangan,” ujarnya.

Kedua, investasi ilegal pada umumnya juga menjanjikan bonus dari hasil perekrutan anggota baru. Bonus ini diberikan bagi anggota atau member yang berhasil merekrut anggota baru.

“Jadi, member-nya diminta cari member lain untuk memperluas keuntungan. Ini biasanya juga melibatkan tokoh, influencer, bahkan artis untuk meyakinkan calon korbannya,” ucapnya.

Ketiga, investasi ilegal selalu memberikan tawaran investasi yang tak berisiko atau bebas risiko. Hal ini merupakan salah satu cara investasi ilegal dalam mencari korban.

“Ini jelas ilegal karena yang namanya investasi pasti ada risikonya, tapi risikonya terukur. Jadi, semua investasi pasti ada risikonya, mulai rendah, sedang, dan tinggi,” paparnya.

Keempat, investasi ilegal atau bodong tidak memiliki legalitas yang jelas. Untuk itu, masyarakat perlu memastikan dulu legalitas investasi yang akan dipilih.

“Perlu diketahui, tidak semua perizinan legalitas dari OJK. Ada juga legalitasnya dari Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Koperasi UKM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jatim Dewi Sriana Rihantyasni dalam kesempatannya mengatakan, memang masyarakat banyak yang cenderung menginginkan keuntungan cepat dan tinggi. Hal itu membuat mereka banyak yang terjebak dalam investasi ilegal.

“Banyak yang menganggap berinvestasi melalui pasar modal bisa cepat kaya. Memang betul dari pasar modal bisa kaya, tapi bukan cepat kaya,” ucapnya.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jatim Dewi Sriana Rihantyasni dalam webinar series #3 secara virtual dengan tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman” pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim) 
Kepala Kantor Perwakilan BEI Jatim Dewi Sriana Rihantyasni dalam webinar series #3 secara virtual dengan tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman” pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, untuk dapat menikmati masa tua yang nyaman dan terbebas dari kesulitan finansial, tentu perlu proses yang harus dilalui. Salah satunya berinvestasi di masa muda.

“Selain memiliki keuntungan, investasi juga memiliki risiko. Sebab, tak ada investasi yang tak memiliki risiko,” paparnya.

Menurut Dewi, nilai tukar rupiah dari tahun ke tahun kian menurun. Hal ini terjadi karena adanya inflasi. Untuk itu, perlu melakukan upaya dalam menjaga aset agar terbebas dari inflasi, bahkan menghasilkan keuntungan.

“Jadi, kenapa kita harus melakukan investasi karena harus mengalahkan inflasi demi menjaga nilai aset atau bahkan nilainya bertambah,” paparnya.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Malang Ramelan Purnomosidi saat memaparkan materi dalam webinar series #3 secara virtual dengan tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman” pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim) 
Deputi Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Malang Ramelan Purnomosidi saat memaparkan materi dalam webinar series #3 secara virtual dengan tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman” pada Selasa (03/08/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

Dewi menyebutkan, investasi properti, tanah, emas, deposito, obligasi, reksadana, saham merupakan investasi yang bisa kita pilih dalam berinvestasi. Dia mengatakan, masyarakat juga mulai banyak yang melirik pasar modal untuk memilih investasi dalam masa pandemi ini. Sebab, pasar retail sulit berkembang dalam masa pandemi.

“Data investor hingga Juni 2021, ada 5,6 juta investor. Jadi, dalam masa pandemi ini ada peningkatan jumlah investor yang luar biasa,” tuturnya.

Sedangkan Deputi Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Malang Ramelan Purnomosidi dalam kesempatannya menyampaikan, upaya mitigasi risiko juga harus dilakukan dalam mengelola aset.

“Manajemen risiko yang harus dilakukan yaitu menyediakan dana darurat. Kedua, mengasuransikan aset supaya aset kita lebih aman. Dan ketiga adalah investasi,” paparnya.

Menurut Ramelan, investasi yang bisa menjadi salah satu pilihan adalah investasi emas. Sebab, emas memiliki nilai tukar yang konsisten.

“Pada tahun 571, di zaman sahabat nabi. Satu dinar emas saat itu bisa digunakan untuk membeli seekor kambing. Namun, saat ini dengan satu dinar emas itu kita juga masih bisa menggunakannya untuk membeli satu ekor kambing,” jelasnya.

(Foto: Tugu Media Group/Tugu Jatim)
(Foto: Tugu Media Group)

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang berkolaborasi dengan Tugu Media Group menggelar webinar literasi keuangan. Webinar series #3 kali ini akan mengangkat tema “Cara Bijak Investasi Mudah dan Aman”. Webinar tersebut dimulai pukul 09.00-12.00 WIB melalui aplikasi Zoom.

Dalam webinar tersebut menghadirkan tiga narasumber ahli literasi keuangan. Yaitu, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jatim Dewi Sriana Rihantyasni, dan Deputi Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Malang Ramelan Purnomosidi.

Webinar yang akan digelar sembilan kali ini juga dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-76 dan Hari Indonesia Menabung ini. Di mana keseluruhan webinar ini bertajuk “Tangguh Bangsaku, Tumbuh Literasi Keuanganku”. Selain diikuti pelajar dan mahasiswa, webinar ini juga terbuka untuk umum.

  • Bagikan