Okupansi Capai 90 Persen, RS Darurat Lapangan di Malang Tambah 306 Bed

  • Bagikan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau RS Darurat Lapangan Malang. Saat PPKM, okupansi tinggi. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau RS Darurat Lapangan Malang. Saat PPKM, okupansi tinggi. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) karena adanya virus Covid-19 di Kota Malang untuk tingkat keterisian bed (okupansi) di Rumah Sakit Darurat Lapangan Idjen Boulevard mencapai 90 persen. Dari total 232 bed yang ada, kini sudah terisi 217 bed. Sebagai antisipasi, akan ditambah kuotanya hingga 306 bed.

“Hingga saat ini okupansinya sudah 90 persen. Dari 232 bed yang ada, sudah terisi 217 bed. Kami rencananya akan menambah bed lagi maksimal hingga 306 bed,” beber Koordinator Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard Kota Malang Heri Susanto dihubungi awak media Tugu Malang, partner Tugu Jatim, Minggu (24/01/2021).

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Heri melanjutkan, berdasarkan data harian yang masuk, rata-rata berkisar antara 20-40 orang yang masuk setiap hari. Rata-rata, pasien masuk memiliki gejala sedang, ringan, hingga tanpa gejala (OTG).

Sementara itu, untuk menangani pasien dengan gejala sedang (kejang, kebutuhan oksigen, hingga terapi) agar tidak sampai mengalami gejala berat ditempatkan di ruangan high care unit (HCU). Namun, HCU di sini hanya ada 1 ruangan dengan kapasitas 18 bed.

“Memang hanya satu ruangan dan harus dimaksimalkan. Untuk menambah HCU gak sesederhana itu, tapi juga harus nambah SDM. Di HCU ini juga penuh terus,” terang dia. (azm/ln)

  • Bagikan