• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sholikin Jamik, Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Hukum, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Sholikin Jamik, Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Hukum, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro. (Foto: Dokumen)

Wakil Ketua PDM Bojonegoro: Orang yang Melewati Pendidikan Ramadhan yang Berhak Rayakan Idul Fitri

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Idul Fitri dimaknai sebagai kembali ke fitrah atau kembali suci. Makna Idul Fitri memiliki arti penting bagi umat Islam di dunia. Pada hari tersebut, umat muslim merayakan Lebaran usai puasa Ramadhan sebulan penuh.

Sholikin Jamik, Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Hukum, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro mengatakan, selama Ramadhan, umat muslim digembleng dengan pendidikan langsung dari Allah SWT. Dia mengatakan, ada pembagian keutamaan di bulan Ramadhan, yaitu sepuluh hari pertama rahmat, sepuluh hari kedua adalah ampunan, dan sepuluh hari ketiganya adalah terbebas dari api neraka.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Sholikin menjelaskan, pada sepuluh hari pertama, kecintaan dan rahmat Allah SWT akan diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Kemudian sepuluh hari kedua merupakan bulan yang penuh maghfiroh atau bulan yang penuh ampunan. Di hari tersebut sudah dilakukan seleksi, jika rahmat bisa diberikan kepada siapa saja, pada bulan penuh ampunan ini hanya beberapa orang yang bersungguh-sungguh dalam pendidikan Ramadhan tersebut nantinya akan diampuni oleh Allah SWT.

Dia menyebut, untuk sepuluh hari terakhir atau disebut “itqum minan nar: yang artinya terbebas dari api neraka. Tentu pada sepuluh hari terakhir, umat muslim sudah diseleksi kembali oleh Allah SWT, meski Allah SWT sudah memberi iming-iming yang dinamakan Lailatur Qadar. Hal tersebut tidak mudah dijalankan karena orang-orang sudah disibukkan dengan urusan duniawi.

Tiga tahapan tersebut bersifat Hablum Minallah, yang artinya konsep bagaimana manusia berhubungan dengan sang maha Pencipta Allah dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya.

“Orang-orang yang sudah memenuhi pendidikan dan seleksi dari Allah SWT di bulan Ramadhan itulah sebenarnya yang berhak untuk merayakan Idul Fitri atau kembali ke fitrah. Jadi, dia kembali suci dan itulah sebenarnya makna dari Idul Fitri”.

Sementara itu, dia mengatakan, ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri ini sifatnya menjadi Hablum Minannas, yaitu konsep di mana individu manusia menjaga hubungan baik dengan individu atau kelompok manusia lainnya. Maka pesan terbesar Idul Fitri ini adalah tidak boleh menutup pintu rumah yang menandakan sebuah egoisme. Dan manusia diberi tugas oleh Allah SWT, pekerjaan yang mulia saat itu adalah memberi maaf.

“Alladzina yunfiquna fi al’ssarra waddarra wakadiminal aydo wal aafiina annas waullahu yuhibbu muhsinin”.

Artinya : Orang orang yang memaafkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit, serta orang orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan pada orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (QS. Al-Imron/3:134). (*)

Tags: BojonegoroBulan RamadhancatatanIdul FitriLebaran 2021Muhammadiyah BojonegoroPDM Bojonegoro
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
Ilustrasi perayaan Lebaran. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Tradisi Unik Perayaan Lebaran di 6 Negara!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID