THAILAND, Tugujatim.id – Kabar terbaru, Paetongtarn Shinawatra yang merupakan putri bungsu mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra (2001-2006) diusung menjadi Perdana Menteri Thailand yang baru. Dia menggantikan PM Srettha Thavisin yang masa jabatannya telah habis pada Rabu (14/08/2024).
Berumur 37 tahun, Paetongtarn Shinawatra bakal menjadi perdana menteri termuda di sepanjang sejarah Negeri Gajah Putih. Pengusungan Paetongtarn sebagai PM terwujud setelah dia memperoleh suara banyak dari anggota parlemen.
Ayahnya yang merupakan perdana menteri ke-23 Thailand adalah orang terpandang dan memiliki kekuatan di dunia politik sampai saat ini. Walaupun Thaksin Shinawatra harus turun dari jabatannya yang kedua akibat kudeta pada 2006.
Baca Juga: Liga Premiere Inggris 2024, Chelsea Menelan Kekalahan saat Menjamu Manchester City 0-2
Terpantau tiga anggota keluarga Shinawatra pernah memimpin negeri dan akan menambah kiprah Paetongtarn sebagai anggota keluarga Shinawatra. Mulai dari Thaksin sendiri, kemudian kakak iparnya Somchai Wongsawat, serta Yingluck Shinawatra. Somchai menjabat pada 2008, masa jabatannya singkat hanya 75 hari. Sedangkan Yingluck pada 2011-2014. Keduanya juga lengser karena keputusan dari pengadilan.
Sebagai wanita kedua yang akan memimpin Thailand, Paetongtarn Shinawatra belum mempunyai pengalaman dalam pemerintahan dan akan melaksanakan tugas di saat suasana politik tidak stabil. Disebut Paetongtarn menerima suara 319 dari anggota parlemen dan 145 menolak. Walhasil, dia dinyatakan lolos. Sebab, syarat menang harus mendapati 247 dari 493 suara anggota parlemen.
Memegang nama keluarga Paetongtarn harus hati-hati di tengah ketidakstabilan politik Thailand, jika tidak mau seperti tiga orang dari keluarganya yang pernah menjabat.
Thaksin baru saja menjalani hukuman berupa pengasingan selama 15 tahun. Dia diasingkan ke Dubai. Partainya dan dirinya dilarang melakukan aktivitas politik. Partai yang didirikan Partai Thai Rak Thai pada 1998 dibubarkan selang sebentar setelah memenangkan pemilu yang kedua.
Baca Juga: Lawan Kotak Kosong di Pilkada Tuban 2024 Potret Lemahnya Demokrasi
Pengasingan ternyata tak menghentikan pengaruh Thaksin. Dia terus memengaruhi politik Thailand lewat partai yang berhasil memenangkan kakak iparnya Somchai pada 2008 juga partai penggantinya Partai Pheu Thai, serta Front Persatuan untuk Demokrasi Melawan Kediktatoran.
Melalui wawancara bersama FAROSE pada 2023, Paetongtarn menyampaikan bahwa partainya akan berfokus pada masalah ekonomi dan peningkatan ekonomi. Dia sendiri memang bersikap liberal dalam berbagai isu. Seperti mendukung LGBT, penyusunan ulang konstitusi, dan penghapusan wajib militer. Dan mungkin itu akan terwujud dekat-dekat ini karena dia diangkat secara resmi pada Minggu (18/08/2024). Paetongtarn pun menjadi perdana menteri ke-31 Thailand.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad Wahib Ali/Magang
Editor: Dwi Lindawati








