JEMBER, Tugujatim.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember (UNEJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, pada Jumat (31/5/2024).
Aksi demo tersebut diwarnai kericuhan, yang berdampak pada kerusakan gerbang gedung DPRD Jember dan aksi dorong mendorong antara demonstran dan pihak keamanan tidak terhindar.
Sebelumnya, para demonstran melakukan orasi di depan Bundaran DPRD Jember. Tidak mendapat tanggapan dari dewan, para demonstrans bergegas mendesak masuk ke gedung DPRD Jember.
Ketua DPRD Jember, Itqon Syauqi sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak legislatif selalu terbuka dan menerima penyampaian aspirasi yang dilakukan, baik oleh mahasiswa maupun kelompok masyarakat yang lain.
“Aksi kontraproduktif dan cenderung anarkis, dengan merusak fasilitas publik, karena pagar DPRD juga merupakan aset negara, sehingga merusak fasilitas milik negara, yang dirugikan juga rakyat,” ujarnya.
Kerusuhan para demonstran sempat mereda ketika sejumlah anggota DPRD Jember mengizinkan masuk koordinator atau perwakilan demonstran, untuk melakukan mediasi di dalam gedung.

Karena banyaknya demonstran di luar gedung DPRD Jember yang menunggu lama, kericuhan kembali memanas, aksi dorong mendorong antara demonstran dan petugas keamanan tidak dihindari lagi.
Sementara, di dalam gedung, sempat terjadi mediasi yang alot, bahkan perwakilan demonstran sempat menegur anggota DPRD Jember yang bermain handphone saat mediasi berlangsung.
Kericuhan mulai meredah, ketika Itqon Syauqi dan beberapa perwakilan fraksi partai politik, menandatangani perjanjian yang diajukan oleh perwakilan demonstran.
Para demonstran benar-benar membubarkan diri usai Itqon Syauqi keluar menemui mereka dan memberikan pernyataan resminya di hadapan para demonstran.
Sekretaris Dewan, Sutiyoso menegaskan bahwa pihaknya akan segera memperbaiki kerusakan, terutama pada gerbang gedung DPRD Jember. “Kalau bisa diperbaiki biayanya tidak terlalu besar, tetapi kalau harus beli dan memperbarui, mungkin lebih dari 10 juta biayanya,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor : Darmadi Sasongko








