Pakar Imunologi Unair: Penggunaan Masker Masih Wajib 4 Tahun ke Depan - Tugujatim.id

Pakar Imunologi Unair: Penggunaan Masker Masih Wajib 4 Tahun ke Depan

  • Bagikan
Ilustrasi penggunaan masker yang dimungkinkan masih harus wajib dilakukan hingga 4 tahun ke depan. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi penggunaan masker. (Foto: Pixabay)

SURABAYA, Tugujatim.id – Pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair), Dr Agung Dwi Wahyu Widodo menyatakan bahwa penggunaan masker dimungkinkan masih wajib hingga 4 tahun ke depan.

Sebab, meski program vaksinasi virus corona di Indonesia sudah dimulai pada Rabu (13/1/2021) lalu, namun penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan sebelum pandemi COVID-19 ini benar-benar berakhir.

Pakar Imunologi Unair, Agung Dwi Wahyu mencontohkan terkait pandemi Flu Spanyol yang terjadi tahun 1918 silam. Di mana setidaknya dunia butuh waktu kurang lebih 4 tahun hingga pandemi benar-benar berakhir.

“Jadi kita wajib menggunakan masker selama 4 tahunan itu. Dan bisa lebih panjang lagi kalau masyarakat tidak patuh aturan,” kata Agung, seperti dilansir Basra, partner Tugu Jatim, Senin (18/1).

Agung menjelaskan, setelah pemberian vaksin pertama, tubuh tidak langsung kebal terhadap virus. Setidaknya perlu waktu seminggu untuk menghasilkan antibodi.

Di mana antibodi yang dihasilkan juga masih cukup rendah kadarnya. Bahkan pada beberapa kasus, seperti Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi. Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin.

“Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” tutur Dosen Fakultas Kedokteran Unair itu.

Menurutnya, tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Melainkan masyarakat harus tetap waspada, karena vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap melakukan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menjauhi kerumunan.

“Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus. Karena walaupun sudah divaksin, transmisi virus kan tetap terjadi,” kata Agung.

Terakhir, ia mengingatkan bahwa setelah pemberian vaksin, kekebalan tubuh belum tentu meningkat secara langsung. Terlebih lagi, hasil vaksinasi setiap orang tidak sama. Oleh karena itu, masker tetap perlu dipakai.

“Penggunaan masker dapat meminimalisir virus yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jumlahnya kecil dan dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh,” pungkasnya. (Amm/Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya

  • Bagikan