• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi penggunaan masker yang dimungkinkan masih harus wajib dilakukan hingga 4 tahun ke depan. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi penggunaan masker. (Foto: Pixabay)

Pakar Imunologi Unair: Penggunaan Masker Masih Wajib 4 Tahun ke Depan

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pakar Imunologi Universitas Airlangga (Unair), Dr Agung Dwi Wahyu Widodo menyatakan bahwa penggunaan masker dimungkinkan masih wajib hingga 4 tahun ke depan.

Sebab, meski program vaksinasi virus corona di Indonesia sudah dimulai pada Rabu (13/1/2021) lalu, namun penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan sebelum pandemi COVID-19 ini benar-benar berakhir.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Pakar Imunologi Unair, Agung Dwi Wahyu mencontohkan terkait pandemi Flu Spanyol yang terjadi tahun 1918 silam. Di mana setidaknya dunia butuh waktu kurang lebih 4 tahun hingga pandemi benar-benar berakhir.

“Jadi kita wajib menggunakan masker selama 4 tahunan itu. Dan bisa lebih panjang lagi kalau masyarakat tidak patuh aturan,” kata Agung, seperti dilansir Basra, partner Tugu Jatim, Senin (18/1).

Agung menjelaskan, setelah pemberian vaksin pertama, tubuh tidak langsung kebal terhadap virus. Setidaknya perlu waktu seminggu untuk menghasilkan antibodi.

Di mana antibodi yang dihasilkan juga masih cukup rendah kadarnya. Bahkan pada beberapa kasus, seperti Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi. Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin.

“Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” tutur Dosen Fakultas Kedokteran Unair itu.

Menurutnya, tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Melainkan masyarakat harus tetap waspada, karena vaksinasi juga tidak menghentikan penularan virus.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap melakukan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menjauhi kerumunan.

“Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus. Karena walaupun sudah divaksin, transmisi virus kan tetap terjadi,” kata Agung.

Terakhir, ia mengingatkan bahwa setelah pemberian vaksin, kekebalan tubuh belum tentu meningkat secara langsung. Terlebih lagi, hasil vaksinasi setiap orang tidak sama. Oleh karena itu, masker tetap perlu dipakai.

“Penggunaan masker dapat meminimalisir virus yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jumlahnya kecil dan dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh,” pungkasnya. (Amm/Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya

Tags: covid-19Kota SurabayaSurabayaUnairUniversitas Airlanggavirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Gempa dengan kekuatan M4,2 kembali terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Senin (18/1) Pukul 11:11 WIB (Foto: BMKG via BNPB)

Gempa M 4,2 Kembali Guncang Majene, Kini Berpusat di Darat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID