• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wakil Bupati Mojokerto.

Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengenakan baju adat Madura saat rapat paripurna pada Rabu (16/08/2023). (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Rapat Paripurna, Sorot Wakil Bupati Mojokerto Pakai Baju Adat Madura, Ternyata Ini Alasannya!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto berlangsung di Graha Wichesa, Rabu (16/08/2023), dengan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Jokowi. Namun, rapat ini juga menyorot baju adat Madura yang dipakai Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto dengan mendengarkan pidato Jokowi ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI tahun 2023. Hadir dalam rapat paripurna itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, serta para tamu undangan. Seluruh peserta rapat paripurna ini hadir dengan mengenakan baju adat.

You might also like

Sidoarjo

Kontes Modifikasi Motor Dua Tak di Sidoarjo Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat

01/06/2026 11:45 AM
WTP

WTP Tuban Kembali Diraih, Pemkab Catat 11 Kali Berturut-turut dari BPK RI

31/05/2026 9:10 AM

Seperti Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang mengenakan baju adat khas Madura. Wakil Bupati Barra tampak memakai baju dengan dominasi warna hitam. Selain itu, dia juga turut mengenakan ikat kepala dengan warna dominan merah yang disebut Odheng.

Kepada Tugu Jatim, Wakil Bupati Mojokerto Barra mengatakan bahwa dirinya mengenakan baju adat khas Madura bukan tanpa alasan. Menurut Gus Barra, sapaan Wakil Bupati Barra, suku Madura memiliki peran pada awal masa Kerajaan Majapahit.

“Alasan memakai baju adat ini adalah semangat juang. Nah, semangat juang itu tidak lepas dari semangat pasukan Madura saat membantu Raden Wijaya membuka Hutan Tarik,” ujar Gus Barra, Rabu (16/08/2023).

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya yang berwujud pakaian adat di Nusantara, Gus Barra memilih baju adat Madura karena memiliki landasan filosofis berupa nilai-nilai kesederhanaan. Nilai-nilai sederhana ini tampak dari model baju adat yang minim dari hiasan.

“Seperti yang Anda lihat ini. Potongan model baju adat Madura ini simpel, sederhana. Seperti nilai-nilai nenek moyang di Nusantara yang menjunjung tinggi kesederhanaan,” tambah Gus Barra.

Kesederhanaan ini menjadi titik tekan bagi Gus Barra. Menurut dia, peringatan seperti 78 Kemerdekaan Indonesia 2023 ini dapat dilakukan tanpa mengabaikan nilai-nilai kesederhanaan.

“Karena dengan mengingat nilai kesederhanaan justru menjadi nilai tambah. Boleh saja memperingati segala sesuatu, tapi hendaknya tidak berlebihan,” ujar Gus Barra.

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Baju adat Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al BarraBerita Kabupaten Mojokerto hari iniBerita rapat paripurnaDPRD Kabupaten MojokertoKabupaten Mojokerto hari iniRapat paripurna di Kabupaten MojokertoWakil Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sidoarjo

Kontes Modifikasi Motor Dua Tak di Sidoarjo Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 11:45 AM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Gelaran kontes modifikasi motor dua tak dalam ajang Jayandaru Vol. 1 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar...

WTP

WTP Tuban Kembali Diraih, Pemkab Catat 11 Kali Berturut-turut dari BPK RI

by Mochamad Abdurrochim
31/05/2026 9:10 AM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Prestasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Untuk ke-11 kali secara beruntun,...

Bojonegoro

24 ASN Rebutan 5 Kursi Kepala OPD Bojonegoro, Satpol PP dan Brida Jadi Formasi Favorit

by Mochamad Abdurrochim
24/05/2026 2:20 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Sebanyak 24 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah...

3.600 lulusan SMK

Sebanyak 3.600 Lulusan SMK dan LPK Jawa Timur Bekerja di Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
20/05/2026 7:44 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sebanyak 3.600 lulusan SMK dan lembaga pelatihan kerja (LPK) bekerja di luar negeri. Selain itu Pemerintah Provinsi...

Next Post
Kesehatan mental.

Peduli Isu Kesehatan Mental, Dosen dan Mahasiswa FEB Unisma Ciptakan Aplikasi UME Berbasis AI

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID