Pariwisata Lesu Terhantam Pandemi, Investor Mulai Lirik Sektor Padat Karya di Kabupaten Malang - Tugujatim.id

Pariwisata Lesu Terhantam Pandemi, Investor Mulai Lirik Sektor Padat Karya di Kabupaten Malang

  • Bagikan
Ilustrasi investasi. Banyak investor menghindari sektor pariwisata dan berinvestasi di sektor padat karya di Kabupaten Malang. (Ilustrasi: Pixabay) tugu jatim
Ilustrasi investasi. Banyak investor menghindari sektor pariwisata dan berinvestasi di sektor padat karya di Kabupaten Malang. (Ilustrasi: Pixabay)

MALANG, Tugujatim.id – Hantaman pandemi Covid-19 membuat perekonomian sektor pariwisata di Kabupaten Malang kian lesu. Menilik hal tersebut, diketahui para investor kini mulai melirik sektor padat karya di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang, Subur Hutagulung menjelaskan bahwa pandemi memang menjadi pertimbangan investor dalam menanamkan modal terutama di sektor pariwisata.

“Namun investasi mulai tampak di sektor padat karya. Seperti perusahan di Bululawang yang sedang berproses, kemudian di Ngajum juga sudah berjalan,” ujarnya.

Disebutkan, walaupun pandemi Covid-19 masih melanda namun masih banyak calon investor yang sudah mulai bergerak menanamkan modalnya di Kabupaten Malang.

“Pengusaha masih banyak juga yang melakukan pengurusan izin terkait investasi. Kami berharap investasi ini bisa menyerap banyak tenaga kerja di Kabupaten Malang,” ucapnya.

Menurutnya, pergerakan investasi disektor padat karya ini bisa menjadi modal pengungkit pertumbuhan ekonomi di sektor lainnya. Selain itu, juga bisa menjadi solusi dalam mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Malang.

“Kalau disektor padat karya, itu tentu akan menyerap banyak tenaga kerja sehingga nantinya dengan adanya peningkatan tenaga kerja secara otomatis akan meningkatkan perekonomian pada sektor lainnya,” tuturnya.

Dia menambahkan, Kabupaten Malang memang memiliki potensi yang lengkap untuk bisa menarik perhatian investor. Mulai dari sektor industri, pertanian, perkebunan, kelautan dan lainnya.

  • Bagikan