MOJOKERTO, Tugujatim.id – Operasi pasar murah jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi pilihan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto. Rencananya, pasar murah ini akan berlangsung di 18 kelurahan di Kota Mojokerto.
“Nanti akan berlangsung di seluruh kelurahan. Tapi akan kami mulai di beberapa pasar. Kalau untuk kelurahan, kami menggandeng Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di tiap-tiap kelurahan,” ujar Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto Heri Setiyawan, Rabu (06/12/2023).
Heri melanjutkan, beberapa komoditas terpantau merangkak naik. Bahkan, harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp80.000 per kilogram. Sementara komoditas lain seperti bawang merah juga terpantau mulai naik dengan harga Rp30.000 per kilogram.
“Maka dari itu, kami mulai di empat pasar dan satu kelurahan dulu. Pasar itu Pasar Ketidur, Pasar Tanjung Anyar, Pasar Pralon (Prajurit Kulon) serta Pasar Prapanca. Lalu untuk tingkat kelurahan, kami mulai dari LPMK Kranggan, sebelum merata di 18 LPMK di seluruh kota Mojokerto,” beber Heri.
Selain berfokus pada komoditas seperti cabai rawit maupun bawang merah, beberapa produk dari Badan Urusan Logistik (Bulog) juga turut di-dropping saat berlangsungnya pasar murah.
“Tentu juga termasuk (produk) Bulog. Itu terutama soal beras, minyak goreng, tepung terigu, gula dan masih banyak. Pokoknya yang dari Bulog,” ujar Heri.
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








