• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
banjir bandang Jember

Sungai Badean pasca banjir bandang Jember di Desa Pakis Kecamatan Panti Kabupaten Jember warga minta aliran sungai kembali ke jalur asli. (Foto: Diki Febrianto)

Pasca Banjir Bandang Jember, Warga Usul Aliran Sungai Dikembalikan ke Jalur Asli

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
4 months ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Banjir bandang Jember yang melanda Desa Pakis Kecamatan Panti pada Senin (2/2/2026) malam lalu menyisakan trauma mendalam bagi warga.

Yulianti, salah seorang korban banjir bandang mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera mengembalikan aliran sungai ke jalur semula untuk mencegah bencana serupa terulang kembali.

You might also like

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

12/06/2026 9:55 AM
Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

11/06/2026 6:47 PM

Kronologi Banjir Bandang

Yulianti menuturkan, kejadian bermula menjelang waktu Isya. Sebelum kejadian, dirinya sempat mendapat kabar dari saudara yang tinggal di daerah Pakis, hulu sungai, bahwa telah terjadi banjir. Namun saat itu, kondisi air di belakang rumahnya masih terlihat kecil.

“Pas isya, mau salat isya, dapat telepon lagi dari atas. Kalau ada banjir, katanya besar, banyak kayu. Saya masih salat isya dulu. Ternyata pas lihat ke belakang sudah besar, tapi masih belum ke sini (rumah korban, Red), tutur Yulianti pada Rabu (4/2/2026).

Banjir Bandang Jember
Banjir bandang Jember menerjang bangunan warga di bantaran sungai. (Foto: Diki Febrianto)

Dalam hitungan 10 menit, air sudah mulai masuk ke rumahnya. Karena mendapat kabar banyak kayu besar hanyut terbawa arus, Yulianti dan keluarganya tidak berani melihat ke belakang rumah. Mereka segera menyelamatkan barang-barang penting yang bisa dibawa.

Situasi semakin genting sekitar pukul 19.00 WIB ketika salah satu rumah di dekat tempat tinggalnya roboh. Melihat kondisi tersebut, Yulianti dan warga sekitar langsung mengungsi, menumpang di rumah saudara. Ketinggian air yang masuk ke rumahnya mencapai sebetis orang dewasa.

Trauma Masih Membekas

Pengalaman mengerikan itu meninggalkan trauma mendalam bagi Yulianti. Hingga kini, dirinya masih merasa takut berada di rumah sendiri, terutama pada malam hari. Kondisi air sungai yang masih deras dan berwarna kecokelatan, berbeda dari biasanya yang jernih, membuat kekhawatirannya semakin besar akan adanya banjir susulan.

“Takut sampai sekarang kayak trauma. Mau ada di rumah kalau malam takut. Karena lihat kondisi air masih deras dan hitam. Biasanya itu kan putih. Kalau putih sudah agak takut. Ini kecokelatan, takutnya ada banjir susulan,” ungkap kekhawatiran Yulianti.

Setidaknya, Yulianti sudah mengungsi selama dua hari bersama anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang. Saking tidak betahnya, dia mengaku tidak bisa tidur sama sekali selama berada di pengungsian, meski menumpang di rumah saudara sendiri.

Warga Berharap Sungai Dikembalikan ke Jalur Asli

Yulianti menyampaikan harapan yang juga menjadi keinginan banyak warga terdampak. Menurutnya, sungai yang saat ini mengalir di sebelah timur perlu dikembalikan ke jalur semula di sebelah barat.

Perubahan aliran sungai ini terjadi sejak banjir bandang tahun 2022 lalu.

“Harapannya, penginnya warga semua, bukan cuma saya, sungai pindah lagi ke tempatnya yang semula. Karena sungai ini asalnya kan ada di barat. Ini banjir bandang yang 2022 yang pas ke timur. Harapannya semoga pemerintah bisa mengabulkan keinginan kami semua,” harap Yulianti.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan relokasi pemukiman warga yang berada di bantaran sungai, Yulianti dengan tegas menyatakan keberatannya. Baginya, tanah tempat tinggalnya saat ini adalah tanah kelahiran yang memiliki ikatan emosional sangat kuat.

Yulianti berharap pemerintah dapat memindahkan aliran sungai dan memperbaiki area di belakang rumahnya. Menurutnya, jika kedua hal tersebut bisa terwujud, hati seluruh warga akan kembali tenang dan bisa tidur nyenyak tanpa rasa takut akan bencana serupa.

Dampak Luas Banjir Bandang

Banjir bandang kali ini tidak hanya berdampak pada Yulianti dan keluarganya. Di sekitar tempat tinggalnya, terdapat empat kepala keluarga (KK) yang mengungsi, termasuk puluhan KK lainnya.

Bencana banjir bandang di Kecamatan Panti ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan infrastruktur sungai dan sistem peringatan dini bencana.

Harapan warga untuk pengembalian aliran sungai ke jalur asli menunjukkan bahwa solusi jangka panjang sangat dibutuhkan untuk mencegah kerugian material dan korban jiwa di masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Banjir Jemberberita jemberJemberKabupaten Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

by Dwi Linda
12/06/2026 9:55 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ruas Tol Jombang-Mojokerto (Tol Jomo) kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa. Satu orang dilaporkan...

Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

by Dwi Linda
11/06/2026 6:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, geger dengan penemuan mayat bayi perempuan yang ditemukan di...

Pantai Pangi.

3 Santri Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar saat Outing Class, Satu Korban Hilang

by Dwi Linda
11/06/2026 4:40 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak tiga santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri terseret ombak besar di Pantai...

Mobil di Surabaya.

2 Mobil di Surabaya Tercebur dan Terjun dalam Sehari, Pemicu Pengemudi Sama-Sama Diduga Hilang Kendali

by Dwi Linda
09/06/2026 7:38 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dua kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pribadi terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur,...

Next Post
2 WNA asal China

2 WNA Asal China Dibekuk Imigrasi Surabaya Lantaran Ketahuan Nyopet di Pesawat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID