MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pasutri Penjual Pisang di Mojokerto Berangkat Haji setelah rutin nabung belasan tahun. Pasangan Suami Istri Sabar dan Kustinayah sehari-hari tinggal di Jatijejer, Trawas, berhasil mewujudkan mimpi untuk melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini.
Menariknya, mimpi Sabar-Kustinayah untuk berhaji terwujud setelah menabung selama 23 tahun. Tabungan tersebut pelan-pelan dikumpulkan dari hasil berjualan pisang di Pasar Sawahan, Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Kustinayah bercerita, awalnya ia dan suami menabung menggunakan celengan sejak 2002 silam. Lalu, setelah celengan tersebut terkumpul cukup lama, Kustinayah dan suami mendaftar sebagai calon jemaah haji lewat salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Kabupaten Mojokerto pada 2012 silam.
Penjual Pisang Naik Haji
“Kami nabung itu macam-macam, mulai Rp10.000, Rp15.000, Rp20.000, seadanya uang kami sejak 2002. Nah pas daftar itu tahun 2012 lalu,” ungkap Kustinayah, Rabu (30/04/2025).

Perjuangan pasutri ini belum berakhir meski telah mendapat nomor porsi. Baik Sabar dan Kustinayah tekun berjualan pisang sejak pagi hingga menjelang malam guna memenuhi pelunasan biaya ibadah haji. Tak hanya itu, pasutri ini juga ikut arisan yang digelar salah satu KBIH yang tak jauh dari rumah mereka.
BACA JUGA: Calon Jemaah Haji Mojokerto Terbagi 5 Kloter, Ini Alasannya
“Ikut arisan, sedikit demi sedikit kami kumpulkan untuk melunasi biaya nanti. Itu agar tidak kaget, keteteran dan kami juga nabung untuk lunas itu,” sambung Sabar.
Tak sia-sia, impian pasutri penjual pisang untuk pergi ke Tanah Suci akhirnya terwujud. Hal ini setelah keduanya melunasi biaya haji sejumlah Rp60,9 juta per jamaah tahun 2020 lalu. “Rencana berangkat ya tahun 2025 ini sama suami,” terang Kustiyanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko







