JEMBER, Tugujatim.id – Kebijakan integrasi tiket Papuma-Watu Ulo yang terbaru diberlakukan pada 2 Januari 2026 menuai hasil yang membanggakan. Dalam tiga hari pertama, kedua destinasi wisata ikonik Kabupaten Jember ini berhasil mencatatkan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi dalam sejarah mencapai 20.294 pengunjung.
Bupati Muhammad Fawait menyampaikan, pencapaian ini merupakan hasil dari ikhtiar panjang Pemerintah Kabupaten Jember yang akhirnya membuahkan hasil setelah hampir 25-26 tahun. Kerja sama dengan pemerintah pusat melalui Perhutani berhasil mewujudkan integrasi dua pantai favorit wisatawan ini dengan satu pintu masuk.
Baca Juga: Kado HUT Ke-97 Jember, Tiket Terusan Pantai Papuma dan Watu Ulo Rp12.500 Resmi Diterapkan
“Alhamdulillah, pada 2 Januari 2026, Pemkab Jember berhasil meyakinkan pemerintah pusat dalam hal ini Perhutani. Pantai Watu Ulo dan Papuma akhirnya bisa diintegrasikan dengan satu pintu masuk dan harga tiket yang insyaa Allah terjangkau menjadi Rp12.500 untuk dua pantai,” ungkap bupati yang akrab disapa Gus Fawait saat Pro Gus’e Spesial di Kecamatan Jenggawah pada Senin (05/01/2026).
Dampak dari kebijakan ini sesuai dengan prediksi pemerintah daerah. Menurut Gus Fawait, penyatuan ini bukan hanya soal penurunan harga tiket, melainkan strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang pada akhirnya akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap sektor perekonomian, khususnya dalam pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir.
20.294 Wisatawan Serbu Wisata di Jember
Data kunjungan dari 2-4 Januari 2026 membuktikan keberhasilan strategi ini. Angka 20.294 wisatawan menjadi rekor tertinggi yang pernah dicapai kedua destinasi wisata tersebut.
Kesuksesan implementasi kebijakan integrasi tiket Papuma-Watu Ulo ini tidak lepas dari kerja sama solid berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan organisasi kemasyarakatan.
Kepala dinas pariwisata beserta jajaran, dinas perhubungan, satpol PP, BPBD, dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga tingkat kecamatan, desa, dan masyarakat sekitar turut berkontribusi menyukseskan program ini.
“Banyak OPD yang terlibat dan juga organisasi kemasyarakatan. Mulai dari kepala dinas pariwisata dan jajaran, kepala dinas perhubungan, satpol PP, BPBD, kesehatan, rumah sakit, puskesmas, kecamatan, desa, hingga masyarakat di sekitar yang ikut menyukseskan integrasi dua tempat wisata ini,” jelas Gus Fawait.
Meski mencatat kesuksesan di awal implementasi, Bupati Fawait mengakui masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Berbagai masukan telah diterima melalui platform aduan Wadul Gus’e dan jalur komunikasi lainnya, terutama terkait aspek teknis pelayanan.
Baca Juga: Papuma Jember Pertahankan Tarif Rp25.000 di Libur Nataru, Integrasi Tiket dengan Watu Ulo Tertunda?
“Tentu hal ini wajar karena sebuah kebijakan yang awal diambil pasti masih ada kekurangan sana-sini. Insyaa Allah, Pemkab Jember bersama Perhutani berkomitmen untuk memperbaiki dan membuat Papuma dan Watu Ulo bisa lebih baik lagi ke depannya,” tegasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, penyelesaian masalah Papuma dan Watu Ulo menjadi fokus utama pada 2026. Setelah ini, pemerintah daerah akan beralih untuk mengembangkan destinasi wisata lainnya agar dapat berkembang lebih cepat.
“Tahun ini mungkin kami menyelesaikan Papuma dan Watu Ulo. Selanjutnya kami akan berpindah untuk membuat destinasi wisata yang lainnya bisa berkembang lebih cepat lagi sehingga akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








