JEMBER, Tugujatim.id – Pedagang beras di Pasar Tanjung Jember menghadapi kendala serius terkait kelangkaan stok beras akibat berhentinya produksi penggilingan padi. Hamidah, salah satu pemilik kios beras di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa hari tidak melakukan pembelian stok baru.
“Kalau per hari ini saya belum kulakan lagi, jadi saya jual yang masih sebelumnya. Kalau hari ini pastinya saya masih jual yang kemarin ya,” ujar Hamidah saat ditemui di kiosnya.
Hamidah menjelaskan bahwa saat ini harga beras di kiosnya bervariasi. Untuk beras kualitas medium, harga berkisar antara Rp60.000 hingga Rp 68.000 per lima kilogram, sedangkan beras premium dijual seharga Rp67.000 hingga Rp68.000 per lima kilogram.
“Ada yang 67, ada yang 60, ada yang 65, macam-macam. Kalau premium katanya sih turun, tapi kan hari ini saya belum kulakan,” jelasnya.
Pedagang pemilik UD Utama Sari ini menuturkan bahwa beberapa minggu lalu harga beras sempat mengalami kenaikan yang signifikan. “Naik itu ya cuma berapa semingguan lah naik. Enggak tahu dari gabanya naik. Dari gabanya naik itu,” katanya.
Kenaikan harga tersebut cukup drastis, mencapai sekitar Rp400 per kilogram untuk berbagai jenis beras. Namun, menurut informasi yang diterimanya, pemerintah menganjurkan agar harga beras turun menjadi Rp200.000 hingga Rp300 per kilogram.
Permasalahan utama yang dihadapi pedagang adalah berhentinya produksi dari penggilingan padi. Hamidah menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena adanya tekanan harga dari pemerintah yang tidak sesuai dengan kondisi pasar.
“Jadi bahannya mahal, disuruh jual murah. Ya apa? Jadi nggak ada barang. Sebagian itu ada WA itu enggak produksi mereka. Karena itu karena bahan yang mahal, disuruh jual murah,” ungkap Hamidah mendapatkan informasi dari penggiling pagi.
Informasi yang diperoleh Hamidah melalui grup WhatsApp menunjukkan bahwa beberapa penggilingan padi memutuskan untuk tidak berproduksi selama 3-4 hari karena tidak dapat menyesuaikan harga jual dengan harga bahan baku yang tinggi.
Kondisi kelangkaan stok beras ini berdampak langsung pada penjualan di pasar. Hamidah mengaku bahwa penjualan saat ini sangat sepi dibandingkan hari-hari biasanya.
“Penjualannya sekarang sepi. Barangnya juga enggak ada. Suruh jual murah tapi bingung jadinya. Itu kendalanya di pasar,” keluh pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Tanjung ini.
Hamidah berharap kondisi ini segera membaik agar pasokan beras dapat kembali normal dan pedagang dapat melanjutkan aktivitas jual beli seperti biasa. Namun, untuk saat ini, dirinya hanya bisa menjual sisa stok yang masih tersedia sambil menunggu perkembangan situasi selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








