TAIPE, Tugujatim.id – Peduli terhadap kesehatan mental di dunia pekerjaan, Universitas Negeri Malang (UM) dan Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta menginisiasi pengabdian masyarakat kepada PMI Taiwan. Mereka juga diedukasi untuk mengelola rasa stres hingga pentingnya menyeimbangkan kegiatan aktivitas fisik secara rutin pada Minggu (11/06/2023).
Kegiatan pengabdian masyarakat kepada PMI Taiwan tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UM Dr Sapto Adi MKes. Acara yang didukung oleh GF Ever Prosper International Employment Consultant itu juga dihadiri perwakilan Manpower Agencies Association of R.O.C dan melibatkan 13 PMI di Taipe.
Dr Sapto mengatakan, pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengatur rasa stres. Dia juga menjelaskan perlunya menyeimbangkan kegiatan aktivitas fisik secara rutin, termasuk untuk PMI Taiwan.

Untuk diketahui, persoalan kesehatan mental hingga kini masih belum menjadi perhatian khusus, baik dari sisi program intervensi maupun kebijakan. Meski begitu, masalah ini berdampak pada persoalan kesehatan masyarakat dan kependudukan.
Jadi, kesehatan mental perlu menjadi salah satu perhatian serius, terutama bagi pekerja migran sedunia. Faktanya, masalah ini juga menimpa PMI yang alami serangkaian proses penyesuaian diri terhadap lingkungan, budaya, dan aktivitas kerja di negara baru.
Sementara itu, Farah Farida MPsi dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Empowering Indonesian Migrant Workers in Taiwan Through Training on Stress Management and Coping Mechanism” menyampaikan soal beberapa tipe rasa stres.
“Ada beberapa tipe rasa stres. Mulai dari rasa cemas, tekanan, konflik, dan frustrasi. Nah, stres itu hal yang wajar dialami setiap manusia sebagai respons berbagai keadaan,” tegasnya.
Menurut dia, pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di luar negeri berkontribusi dari segala aspek. Untuk jumlah PMI pada 2022 meningkat secara signifikan dibanding 2020 dan 2021. Penyebabnya, mulai dibukanya akses penempatan di berbagai negara tujuan setelah pandemi Covid-19.
Berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pada 2022 mencatat kenaikannya hingga 590% pada sektor formal dan 52% pada sektor informal. Untuk data asal provinsi PMI, Jawa Timur sumbang angka tertinggi sebesar 26% dari total seluruh PMI.

Untuk Taiwan jadi negara yang bergantung pada tenaga kerja migran dari Asia Tenggara. Pada 2020, jumlah pekerja migran di Taiwan meningkat 0,7 kali dibanding dekade sebelumnya.
Hingga Oktober 2022, tercatat 34% PMI Taiwan yang menduduki nomor dua terbanyak setelah Vietnam (35,5 %).
“Adaptasi PMI yang buruk saat akulturasi, membuat tekanan psikologis tambahan,” katanya.
Sementara itu, Deslaely Putranti MH mengatakan pemicu stres juga disebabkan penipuan masalah asmara.
“Selain kesehatan mental, masalah penipuan berkedok asrama juga sering terjadi dan menimpa PMI Taiwan,” katanya saat menyampaikan materi “Avoiding Romance Scam”.
Materi-materi yang disampaikan disambut antusias oleh PMI Taiwan. Kegiatan ini juga dimoderatori dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat UM Nohan Arum Romadlona MKM.
Dalam kegiatan ini, harapannya asosiasi maupun peserta pelatihan bisa menggelar acara ini secara rutin. Tujuannya sebagai salah satu bentuk komunikasi dan diskusi dengan PMI Taiwan. (adv)







