Pelebaran Sungai Sambong Kota Batu 100% Rampung, Pekerja Tinggal Proses Finishing - Tugujatim.id

Pelebaran Sungai Sambong Kota Batu 100% Rampung, Pekerja Tinggal Proses Finishing

  • Bagikan
Pelebaran sungai. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Sejumlah pekerja tengah menyusun batu paving di dekat aliran Kali Sambong, Dusun Bulukerto, Kota Batu, yang rampung dilebarkan. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

BATU, Tugujatim.id – Banjir bandang yang melanda Kota Batu pada 4 November 2021 lalu menyisakan banyak perbaikan fasilitas. Salah satunya upaya pelebaran sungai di Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, yang terdampak banjir bandang. Tapi, pengerjaannya kini rampun dan tahapan selanjutnya akan diserahterimakan terhadap Balai Besar Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku pengelolanya.

Berdasarkan pantauan reporter pada Kamis (31/03/2022), aktivitas sejumlah pekerja masih tampak melakukan pembersihan sisa-sisa material. Bahkan, pekerja juga tengah memasang paving jalan di dekat aliran sungai. Beberapa alat berat juga sudah ditarik. Hanya tersisa 2 unit untuk menyelesaikan perataan tanah.

Pelaksana Lapangan PT Wijaya Karya (PT Wika) Aditya Permana membenarkan, pengerjaan proyek di Kali Sambong sudah selesai 100 persen.

”Tersisa finishing saja sama pembersihan sisa material dan sampah,” ungkapnya.

Adit menambahkan, serah terima ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku pengelola akan segera dilakukan. Untuk diketahui, aliran sungai di Dusun Sambong ini dilebarkan jadi 7 meter, dari yang semula 4 meter.

Dia melanjutkan, pelebaran sungai ini tidak dilakukan di sepanjang aliran. Namun terbagi menjadi 4 titik. Yaitu, titik 0 dimulai di Gunung Pucung hingga di hilir Sungai Brantas di Jalan Dieng, Desa Bumiaji, Kota Batu.

”Di masing-masing titik itu dibangun jembatan,” imbuh dia.

Dalam pengerjaan pelebaran sungai ini juga dibangun plengsengan agar nantinya ketika terjadi hujan ekstrem tidak terjadi penggerusan tanah sehingga mengakibatkan banjir bandang serupa.

Selain plengsengan, upaya mencegah terjadinya sedimentasi ini juga dilakukan dengan pemasangan bronjong yang disusun menyerupai terjunan. Adit mengatakan, ada 2 terjunan yang dirancang di badan sungai di titik 2 dan titik 3. Nantinya terjunan itu akan dibuat seperti air terjun untuk mengerem laju air.

“Terjunan ini nanti bisa dibuat di permukaan yang memiliki kemiringan terjal. Fungsinya agar dasar sungai tak tergerus arus,” paparnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan