Pemakaman dengan Prosedur Covid-19 di Surabaya Capai 126 dalam Sehari

  • Bagikan
Proses pemakaman dengan protokol pencegahan Covid-19 yang dilakukan UPT Pemakaman Kota Malang. (Foto: UPT Pemakaman Kota Malang/Tugu Jatim)
Ilustrasi proses pemakaman dengan protokol pencegahan Covid-19 yang dilakukan UPT Pemakaman Kota Malang. (Foto: UPT Pemakaman Kota Malang/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya dalam beberapa pekan terakhir, juga membuat proses pemulasaraan secara protokol kesehatan (prokes) Covid-19 bertambah. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan setidaknya ada sekitar 126 warga meninggal yang telah dipulasarakan secara tata prokes Covid-19 per Selasa (06/07/2021) kemarin.

“Kan harus diswab tuh, dipikir flu biasa. Sehingga kalau kita mengatakan Covid-19 tidak banyak (secara data kematian, red). Tapi kalau kita mengatakan dimakamkan dengan protokol kesehatan (prokes, red), maka jumlahnya 126 satu hari kemarin,” terangnya, Rabu (07/07/2021).

Di sisi lain, Eri juga menegaskan bahwa tidak sedikit warga yang meninggal sebelumnya belum terdata sebagai pasien Covid-19, tapi mayoritas dari warga meninggal memiliki gejala-gejala sesuai dengan Covid-19 seperti batuk, pilek, sesaj nafas dan sejenisnya. Sehingga, tatkala pemulasaraan memakai prokes Covid-19.

“Jadi seperti ini orang yang meninggal di Surabaya ini tidak terdata sebagai Covid-19, karena apa? Karena ketika dia sakit, dia tidak melakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau ke dokter,” tegasnya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir di Lapangan Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Rabu (07/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir di Lapangan Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Rabu (07/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

“Berarti apa? Ciri-ciri gejalanya sebelum meninggal itu seperti Covid-19, seperti batuk, pilek, sesak nafas, itu yang dilakukan. Sehingga saya berharap, warga Surabaya kalau awake rodo nggereges, ndang perikso,” bebernya.

Selain itu, Eri juga mengajak warga Kota Surabaya agar segera memeriksakan diri saat sudah merasa tidak enak badan, ‘nggereges’, atau sakit seperti gejala yang sesuai dengan Covid-19.

“Karena namanya Covid-19 ini bukan aib, Covid-19 ini adalah enyakit yang bisa kita sembuhkan. Inilah usaha kita bersama, langsung, ojo ngenteni parah. Nggereges, panas, langsung nang Puskesmas dan swab,” jelasnya.

Sejauh ini, Eri juga menegaskan bahwa tenaga pemulasaraan dan tenaga pembuat peti mati masih tersedia dan dalam kategori aman. Dibantu dengan banyaknya relawan yang ikut dalam proses pemakaman jenazah Covid-19 sehingga banyak terbantu dan efektif.

“Alhamdulillah sampai hari ini satgas pemulasaraan menangani dan satgas peti mati juga menangani. Jadi satu, kemarin sampai 126 orang meninggal. Semua relawan hadir di sini, inshaa allah akan kita siapkan,” pungkasnya.

  • Bagikan