• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi hutan terbakar. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

Ilustrasi hutan terbakar. (Foto: Pixabay)

Pemanasan Global Jadi Sumber Kematian Akibat Perubahan Iklim Panas

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Menurut sebuah artikel baru dari Nature Climate Change dari 1991 sampai 2018, lebih dari sepertiga dari kematian di mana sumber panas berperan akibat pemanasan global karena ulah manusia. Studi tersebut dipimpin oleh London School of Hygiene & Tropical Medicine (LSHTM) dan University of Bern dalam Jaringan Penelitian Kolaborasi Multi-Negara Multi-Kota (MCC).

Penelitian ini menggunakan data dari 732 lokasi di 43 negara di seluruh dunia. Untuk kali pertama dapat dilihat kontribusi nyata dari perubahan iklim buatan manusia dalam meningkatkan risiko kematian akibat sumber panas.

You might also like

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM
Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM

Perkiraan baru menunjukkan Amerika Tengah dan Selatan dan Asia Tenggara wilayah yang paling terkena dampak. Perkiraan ini juga menunjukkan jumlah kematian akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia yang terjadi di kota-kota tertentu.

Ada 136 kematian baru per tahun di Santiago de Chile (44,3% dari total kematian terkait panas di kota), 189 di Athena (26,1%), 172 di Roma (32%), 156 di Tokyo (35,6%), 177 di Madrid (31,9%), 146 di Bangkok (53,4%), 82 di London (33,6%), 141 di New York (44,2%), dan 137 di Kota Ho Chi Minh (48,5%).

Para peneliti mengatakan, temuan mereka adalah bukti lebih lanjut tentang perlunya mengadopsi kebijakan mitigasi yang kuat untuk mengurangi pemanasan di masa depan dan untuk menerapkan intervensi melindungi populasi dari konsekuensi buruk dari paparan panas.

Di sebuah artikel dari Science Daily, Dr Ana M. Vicedo-Cabrera mengatakan, “Kami memperkirakan proporsi kematian terkait panas akan terus bertambah jika kita tidak beradaptasi atau melakukan sesuatu mengenai perubahan iklim. Jadi sejauh ini, rata-rata suhu global hanya meningkat sekitar 1°C, yang merupakan sebagian kecil dari apa yang dapat kita hadapi jika emisi terus meningkat tanpa terkendali.”

Menurut sebuah artikel dari Health Europa, efek pemanasan global terhadap kesehatan berhubungan dengan kebakaran hutan dan cuaca ekstrem, perubahan penyebaran penyakit virus antar manusia, dan faktor-faktor lainnya.

Skenario kondisi iklim masa depan memprediksi kenaikan substansial dalam suhu rata-rata dengan peristiwa ekstrem seperti gelombang panas yang mengarah ke peningkatan beban kesehatan terkait di masa depan. Namun, belum ada penelitian yang dilakukan sejauh mana dampak tersebut telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir hingga sekarang.

Profesor Antonio Gasparrini dari LSHTM, penulis senior studi dan koordinator Jaringan MCC, mengatakan, penelitian ini merupakan studi deteksi dan atribusi terbesar tentang risiko kesehatan saat ini dari perubahan iklim. Pesannya jelas: perubahan iklim tidak hanya akan berdampak buruk di masa depan, tapi setiap benua sudah mengalami konsekuensi mengerikan dari aktivitas manusia di planet kita. Kita harus bertindak sekarang.

Tags: Akibat panasAkibat perubahan iklimglobal warmingKematian akibat pemanasan globalpemanasan global
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

Next Post
Pemain Arema FC Dedik Setiawan saat berjibaku dengan pemain Barito Putera dalam gelaran Piala Menpora 2021. (Foto: Instagram/Arema FC) liga 1

Bersamaan dengan Agenda AFC, Jadwal Kompetisi Liga 1 Terancam Mundur Lagi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID