Pembangunan Wisata Religi Terintegrasi Kota Pasuruan Dimulai Bulan Depan, PKL Tetap Boleh Berjualan Asal Tertib

Pembangunan Wisata Religi Terintegrasi Kota Pasuruan Dimulai Bulan Depan, PKL Tetap Boleh Berjualan Asal Tertib

  • Bagikan
Ratusan PKL sekitar Alun-Alun Kota Pasuruan dikumpulkan di Gedung Gradika untuk mendapat sosialisasi terkait proses pembangunan wisata religi terintegrasi.
Ratusan PKL sekitar Alun-Alun Kota Pasuruan dikumpulkan di Gedung Gradika untuk mendapat sosialisasi terkait proses pembangunan wisata religi terintegrasi. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

PASURUAN,  Tugujatim.id – Pembangunan wisata religi terintegrasi di Kota Pasuruan segara dimulai bulan Juli 2022 mendatang. Pembangunan wisata religi terintegrasi ini dimulai dengan revitalisasi area sekitar Alun-alun hingga Makam Kyai Hamid dan Masjid Jami’ Kota Pasuruan.

Demi kelancaran pembangunan, Walikota Pasuruan, Syaifullah Yusuf mengumpulkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-Alun di Gedung Gradika Bhakti Praja pada Senin (26/06/2022).

Menurut Gus Ipul, para PKL dipanggil untuk diberi sosialisasi terkait proses pembangunan wisata religi terintegrasi yang diperkirakan memakan waktu 6 bulan hingga Desember 2022.

“Disosialisasikan sejak lama, mulai sejak saya dilantik dulu. Prinsipnya adalah revitalisasi, nah intinya adalah penataan baim pedagang kaki lima, parkiran, hingga penataan arus peziarah,” kata Gus Ipul.

Mantan wakil gubernur Jawa Timur ini menegaskan bahwa selama proses pembangunan, para PKL sekitar Alun-Alun tidak akan digusur atau dipindah.

Menurut Gus Ipul, para PKL masih diperbolehkan berjualan dengan syarat mau diatur agar lebih tertib.
Pihak Pemkot Pasuruan bahkan telah menyiapkan sejumlah aturan standar operasional prosedur (SOP) untuk menertibkan para PKL.

“Mereka tidak dipindah, mereka hanya diminta lebih tertib berdagang sesuai tempat yang ditetapkan. Nanti ada SOPnya, bagaimana mencuci alat makan, buang sampahnya, gimana tempat pembelinya,” ungkapnya.

Gus Ipul berharap setelah selesai proses pembangunan dan revitalisasi, Alun-Alun Kota Pasuruan bisa menjadi tempat yang lebih nyaman bagi para wisatawan. Utamanya bagi para peziarah yang hendak berkunjung ke wisata religi makam Kyai Abdul Hamid.

“Nati ditata semua lebih rapi lebih nyaman, lebih rileks ketika berziarah,” pungkasnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan