Pemesanan Ribuan Pil Dobel L di Lapas Tuban Dilakukan Lewat Wartel Lapas - Tugujatim.id

Pemesanan Ribuan Pil Dobel L di Lapas Tuban Dilakukan Lewat Wartel Lapas

  • Bagikan
Kasat Narkoba Polres Tuban, AKP Daky Dzul Qornain saat ditemui usai merilis kasus penyulundupan pil Dobel L dalam penyelundupan di Lapas Kelas II B Tuban, Jumat (13/8/2021). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim) lapas tuban
Kasat Narkoba Polres Tuban, AKP Daky Dzul Qornain saat ditemui usai merilis kasus penyulundupan pil Dobel L dalam penyelundupan di Lapas Kelas II B Tuban, Jumat (13/8/2021). (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Tabir kasus dalam aksi penyelundupan narkoba jenis Dobel L di Lapas Kelas II B Tuban (Lapas Tuban) dengan cara dilempar dari luar tembok, Kamis (12/8/2021) kemarin semakin jelas. Diketahui, transaksi pemesanan pil Dobel L tersebut dilakukan tersangka, MS (23), lewat warung telekomunikasi (wartel) yang disediakan pihak lapas.

Bukan tanpa alasan, hampir selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama setahun lebih ini. Lapas Kelas II B Tuban memang membatasi pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bahkan, mungkin tidak ada lantaran untuk menjaga kesehatan narapidana agar tidak terpapar Covid-19. Praktis hanya alat komunikasi yang disediakan wartel lapas saja agar mereka bisa berinteraksi dengan pihak keluarga atau pihak luar.

Hal ini yang mungkin menjadi kecurigaan dari penyelidik Satreskoba Polres Tuban. Di mana tersangka MS (23), Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) asal Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban bisa memesan barang dari luar. Sebab satu-satunya alat komunikasi WBP dengan pihak luar hanya menggunakan wartel lapas.

“WBP berinteraksi lewat wartel yang ada dalam lapas. Kemungkinan itu yang dilakukan pelaku untuk memesan barang,” ucap Kasat Narkoba Polres Tuban, AKP Daky Dzul Qornain, saat merilis kasus penyulundupan pil Dobel L dalam Lapas Kelas II B Tuban, Jumat (13/8/2021).

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Tuban, Siswarno mengatakan, sampai dengan saat ini dalam komunikasi narapida dengan pihak luar, tidak ada penyadapan. Sebab, itu menjadi privasi mereka. Namun, usai kejadian penyelundupan ribuan pil Dobel L dalam lapas, sehari penuh wartel ditutup.

“Terkait dengan keamanan. Kita tidak bisa melakukan penutupan secara sepihak. Sebab ini akan menyalahi aturan,” ucap pria kelahiran Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini.

Sebatas diketahui, upaya penyelundupan pil Double L dalam Lapas Kelas II B Tuban, oleh narapidana, Kamis (12/8/2021) harus pupus. Pasalnya petugas Lapas Tuban berhasil menggalkan peredaran obat-obatan terlarang itu.

Kejadian itu bermula saat petugas portir pada pukul 04.56 WIB menangkap basah adanya barang mencurigakan yang dilempar dari luar lapas dan mendarat di area lapangan. Petugas Lapas Tuban kemudian berinisiatif memfoto barang yang dibungkus plastik putih itu dan menunggu diambil untuk mengetahui pemiliknya.

Dari hasil pemeriksaan awal oleh Polres Tuban menagamankan 3 orang warga binaan lain berisial MM, MS, dan US untuk dimintai keterangan. Siang hari, keempatnya digelandang ke Mapolres Tuban untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal didapatkan barang terlarang yang diselundupkan dengan cara dilempar tersebut adalah 1.028 butir Pil Dobel L, dan satu unit handphone.

  • Bagikan