TUBAN, Tugujatim.id – Kebakaran yang kembali melanda Pasar Baru Tuban, Kamis (23/04/2026) dini hari sekitar pukul 03.05 WIB, mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah evaluasi tata letak (layout) pasar guna mencegah kejadian serupa terulang.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky saat meninjau lokasi kebakaran bersama Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin menyampaikan, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah, khususnya dalam penataan kawasan pasar.
“Dari kejadian ini, ke depan kami akan melakukan evaluasi terhadap layout Pasar Baru Tuban,” ujarnya.

Data sementara mencatat sebanyak 41 kios dan los terdampak kebakaran. Puluhan tempat usaha tersebut diketahui dimiliki oleh sekitar 15 pedagang.
“Total ada 41 kios dan los yang terdampak, dengan kepemilikan sekitar 15 orang,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah belum dapat langsung melakukan pembersihan lokasi. Proses tersebut masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari pihak kepolisian.
Setelah tahapan tersebut selesai, Pemkab Tuban memastikan para pedagang akan difasilitasi agar dapat kembali beraktivitas di lokasi yang sama.
“Nanti setelah pembersihan area selesai, para pedagang akan kami tempatkan kembali agar bisa berjualan seperti semula,” imbuhnya.

Terkait kerugian, estimasi awal diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Perhitungan ini didasarkan pada asumsi rata-rata kerugian Rp5 juta per kios dari total yang terdampak.
“Namun angka tersebut masih sementara, karena pendataan langsung kepada pedagang belum sepenuhnya dilakukan,” terang Bupati yang akrab disapa Lindra.
Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan tenda sementara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan. Upaya ini diharapkan dapat membantu pedagang tetap berjualan sembari menunggu penataan ulang pasar.
Tidak hanya itu, Pemkab Tuban juga berencana melakukan penataan kembali kawasan pasar dengan melibatkan para pedagang. Langkah ini dinilai penting mengingat Pasar Baru Tuban telah beberapa kali mengalami kebakaran.
“Ke depan akan dilakukan penataan ulang, termasuk perbaikan tata letak kios agar lebih aman,” tegasnya.
Evaluasi juga akan menyasar sarana pendukung, salah satunya sistem hidran yang dinilai belum mampu menjangkau seluruh area pasar secara optimal.
Sementara itu, dalam kejadian kebakaran yang terjadi pada Kamis (23/4/2026) dini hari tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Adapun penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Untuk penyebab kebakaran, nanti akan disampaikan oleh pihak kepolisian setelah proses penyelidikan selesai,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kebakaran Pasar Baru Tuban kali ini menambah catatan peristiwa serupa yang sebelumnya juga terjadi pada 2020 dan kembali terulang pada 2024. Kondisi ini memperkuat urgensi penataan ulang pasar demi keamanan dan kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








