JEMBER, Tugujatim.id – Pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat dipastikan tidak akan menghambat realisasi program-program strategis di Kabupaten Jember. Pernyataan tegas ini disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Jupriono saat merespons kekhawatiran masyarakat terkait berkurangnya alokasi dana hingga ratusan miliar rupiah.
Menurut Jupriono, penyesuaian transfer ke daerah (TKD) tersebut sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan anggaran.
“Kami telah mengantisipasi saat menyusun KUA PPAS, sehingga penyesuaian bisa langsung kami integrasikan,” jelasnya pada Selasa (28/10/2025).
Baca Juga: Manajemen Pastikan Operasional Trans Jatim di Mojokerto Tak Terdampak Pemangkasan TKD
Dia menekankan bahwa strategi penyesuaian yang diterapkan Pemkab Jember tidak otomatis memperbesar defisit anggaran. Sebaliknya, dilakukan rekonfigurasi program-program dalam RPJMD dengan cermat.
“Kami evaluasi program mana yang fleksibel untuk disesuaikan. Yang pasti, tidak ada penghapusan program, hanya penyesuaian sesuai kapasitas anggaran,” kata Jupriono.
Dia juga mengingatkan bahwa sumber pembiayaan pembangunan Jember sangat beragam, tidak hanya mengandalkan APBD daerah semata. Dana dari tingkat provinsi dan berbagai kementerian turut berkontribusi signifikan.
“Bila dikalkulasi secara komprehensif dari seluruh sumber, total anggaran kami justru tetap substansial,” ungkapnya.
Sekda Bantah Angka Pemangkasan Anggaran 30 Persen
Meluruskan rumor pemotongan anggaran hingga 30 persen, sekda membantah keras angka tersebut. Menurut dia, yang terjadi adalah penyesuaian TKD yang dinamis, bukan pemangkasan masif.
“Dinamika TKD memang ada yang berkurang, namun ada pula yang bertambah. Kondisi saat ini memang cenderung mengalami penurunan,” paparnya.
Khusus mengenai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang kabarnya berkurang Rp75 miliar, Jupriono mengungkapkan masih dalam tahap pembahasan intensif bersama DPRD dan pemerintah provinsi.
“Pimpinan legislatif sedang berkoordinasi dengan pemerintah atasan untuk merumuskan solusi terbaik,” tuturnya.
Kabar menggembirakan datang dari program bantuan langsung tunai (BLT) yang dijamin tidak akan terpengaruh. Pasalnya, sumber pendanaan BLT berasal langsung dari Kementerian Sosial dengan alokasi yang memadai.
“Kemensos memberikan jatah yang cukup besar untuk BLT kami. Bahkan dalam beberapa periode mengalami peningkatan. Jadi program ini aman,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








