JEMBER, Tugujatim.id – Kekhawatiran tinggi terhadap insiden lalu lintas yang menimpa siswa di kawasan selatan Kabupaten Jember mendorong langkah konkret dari pihak pemerintah daerah. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, otoritas kabupaten memperkenalkan inisiatif transportasi sekolah tanpa biaya berupa Bus Sekolah Gratis yang telah aktif sejak 1 Oktober 2025.
Gatot Triyono selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Jember mengungkapkan bahwa kepadatan kendaraan di area Ambulu dan sekitarnya pada waktu jam sibuk pagi hari sering memaksa para siswa mengambil jalan pintas dengan berkendara motor secara mandiri, padahal usia mereka belum memenuhi syarat.
“Pengamatan kami menunjukkan tidak sedikit siswa yang pergi ke sekolah menggunakan kendaraan bermotor secara mandiri. Situasi ini sangat mengkhawatirkan dan dapat memicu terjadinya insiden di jalan raya. Oleh karena itu, kami menghadirkan alternatif transportasi yang aman,” papar Gatot saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/10/2025).
Diberi nama “Cinta Pelajar: Cerdas Naik Transportasi Aman untuk Pelajar”, program ini mengoperasikan kendaraan bus khusus sekolah yang dapat menampung hingga 25 orang per unit.
Layanan dimulai pada pagi hari jam 06.00 WIB dan beroperasi kembali saat waktu kepulangan siswa, melayani pelajar dari tingkat menengah pertama sampai menengah atas di sepanjang koridor Karanganyar-Ambulu.
Jalur yang terlayani dimulai dari Balai Desa Karanganyar, melewati Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Candradimuka, Simpang Tiga Glori, SMP 9 Muhammadiyah Watu Kebo, SMK Pancasila, SMA Bima, SMA Negeri 1 Ambulu, SMP Negeri 1 Ambulu, kemudian berputar menuju lokasi pemberangkatan awal.
Gatot menekankan bahwa program ini merupakan wujud komitmen pemerintah kabupaten dalam menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar. “Tujuan kami adalah menjamin para siswa dapat berangkat dan kembali dari sekolah dengan selamat, nyaman, serta tidak terlambat,” jelasnya.
Inisiatif ini lahir sebagai respons terhadap berbagai masukan dari komunitas, khususnya para orang tua yang menyoroti minimnya opsi transportasi yang terpercaya di daerah pinggir kota. Berbagai keluhan tersebut disampaikan lewat platform media sosial resmi Dishub, saluran pengaduan Wadul Guse, serta melalui wakil rakyat dan Bupati Jember Gus Fawait.
“Kami memperhatikan dengan saksama kegelisahan masyarakat. Maka dari itu, Dishub wajib tampil dengan tindakan konkret, bukan sekadar janji,” ujar Gatot.
Pihak Dishub menjamin seluruh armada bus telah memenuhi standar kelayakan operasional dan dikendalikan oleh pengemudi bersertifikat yang telah menjalani program pelatihan keamanan berkendara. Melalui upaya ini, diharapkan dapat menurunkan jumlah siswa yang terlambat serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar yang belum cukup usia.
Gatot juga mengundang keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan layanan ini. Masyarakat dapat mengirimkan kritik dan saran melalui akun Instagram @dishub_jember atau menghubungi layanan Wadul Guse di nomor 0811-3111-108.
“Kami mengharapkan dukungan masyarakat dalam mengontrol dan memberikan evaluasi. Program ini dirancang demi keselamatan putra-putri kita di jalan raya,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








