JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia menurunkan harga pupuk bersubsidi per tanggal 22 Oktober 2025. Keputusan itu direspons ketatnya pengawasan dari baik pihak legislatif maupun eksekutif di Kabupaten Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya mengawal kebijakan penurunan harga pupuk dari pemerintah pusat hingga ke level petani. Ia bahkan siap melibatkan berbagai pihak dan warga diimbau untuk melaporkan penjual nakal ke kanal Wadul Gus’e.
Upaya tersebut bertujuan untuk mengawasi distribusi pupuk di wilayahnya. Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menyatakan bahwa, tidak akan mentolerir pedagang pupuk yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Padahal, pemerintah pusat telah menurunkan harga pupuk secara signifikan untuk meringankan beban petani. Oleh karena itu, lanjut Gus Fawait, sudah sepantasnya penurunan harga dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Jember.
BACA JUGA: ‘Pesan’ Jalan Rusak di Kecamatan Panti Disambut Janji Perbaikan dari Bupati Jember Gus Fawait
“Kami malah juga tadi sampaikan untuk menyampaikan ke Wadul Gus’e juga. Kalau ada pihak-pihak yang menjual pupuk tidak di harga yang semestinya, padahal sudah turun ini, turun dan turunnya luar biasa, maka kita bisa membantu mengawasi lewat Wadul Gus’e,” tegas Gus Fawait saat ditemui di sela-sela Program Bunga Desaku di Kecamatan Panti pada Senin (27/10/2025).
Ia menambahkan, jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan langsung melaporkan kepada aparat berwenang untuk dilakukan penertiban. Mulai dari tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hingga distributor pupuk bersubsidi.
“Akan kami sampaikan kepada pihak-pihak yang berwajib untuk bisa menertibkan itu. Sekali lagi, kebijakan presiden harus kami amankan sebagai bentuk sinergitas dari program pemerintah pusat dengan program pemerintah daerah,” pungkas Gus Fawait.
Langkah tegas ini diharapkan dapat memastikan kebijakan penurunan harga pupuk benar-benar dirasakan oleh petani di Kabupaten Jember, sekaligus menjaga stabilitas sektor pertanian daerah. Sehingga, adanya kebijakan pemerintah pusat yang ditanggapi serius pemerintah daerah memberikan dampak yang signifikan terhadap para petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








