JEMBER, Tugujatim.id – Festival Ancak Agung yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Jember targetkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk ancak terbanyak dalam kegiatan keagamaan tersebut.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember Nurul Hafid Yasin menjelaskan bahwa Festival Ancak Agung merupakan tradisi masyarakat setempat yang menampilkan ancak atau gunungan berisi hasil bumi dan rezeki berupa makanan yang nantinya akan disedekahkan setelah didoakan bersama.
“Kegiatan hari ini sekaligus juga memecahkan rekor MURI ancak terbanyak dalam kegiatan Maulid Nabi,” ujar Nurul Hafid Yasin pada Rabu (24/09/2025).
Festival Ancak Agung ini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan instansi. Peserta Festival Ancak Agung melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), 31 kecamatan, seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Jember, rumah sakit, perbankan, hingga beberapa hotel yang sebelumnya juga turut mendukung kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Jatim yang digelar di Kabupaten Jember beberapa waktu lalu.
“Peserta Ancak Agung ini kami didukung dari seluruh OPD, kemudian kecamatan, seluruh desa se-Kabupaten Jember, kelurahan, kemudian juga rumah sakit, perbankan, dan beberapa hotel,” jelas Nurul Hafid.
Menurut dia, Festival Ancak Agung memiliki nilai multifungsi. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT melalui doa bersama dan pembagian sedekah kepada masyarakat, kegiatan ini juga dirancang sebagai event budaya tahunan yang dapat menarik wisatawan.
“Ancak Agung ini selain sebagai bentuk rasa syukur Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan kita berdoa bersama dan membagikan sedekah kepada masyarakat juga sebagai event tahunan, event budaya yang mana nanti bisa menarik pariwisata,” ungkapnya.
Festival Berdampak Positif pada Ekonomi Lokal
Festival ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kegiatan tersebut dapat mengangkat potensi Kabupaten Jember dan meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama bagi pedagang dan petani yang menjual hasil bumi.
“Dengan kegiatan ini juga meningkatkan UMKM kita masyarakat yang berjualan, kemudian melijo-melijo yang berjualan hasil bumi juga mendapatkan berkah dari kegiatan ini,” tambah Nurul Hafid.
Sesuai arahan Bupati Jember Muhammad Fawait, Festival Ancak Agung diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Nurul Hafid optimistis bahwa dari tahun ke tahun, event ini akan semakin besar dan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Kabupaten Jember.
“Sesuai dengan arahan Bupati Jember Muhammad Fawait, mudah-mudahan event ini menjadi event tahunan yang mungkin dari tahun ke tahun lebih besar dan bisa mendatangkan banyak wisatawan,” pungkasnya.
Festival Ancak Agung ini menjadi bukti komitmen Pemkab Jember dalam melestarikan tradisi keagamaan sambil mengembangkannya menjadi potensi wisata dan ekonomi yang berkelanjutan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








